Trotoar.id, Barru – Pilkada Kabupaten Barru semakin dinamis pasca Partai Nasdem memaketkan Ketua Golkar Barru, Mudassir H. Gani, dengan Putri Bupati Barru, Ulfa, dalam Pilkada Barru mendatang.
Dukungan dari Partai Nasdem menjadi modal politik penting bagi Mudassir, putra mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan dukungan Partai Golkar.
Meskipun Mudassir dan Andi Ina Kartika Sari sama-sama mengantongi surat tugas dari Partai Golkar, Mudassir dianggap memiliki modal yang lebih kuat untuk mendapatkan rekomendasi Golkar di Pilkada Barru.
Baca Juga :
Sebagai politisi muda yang memimpin Golkar Kabupaten Barru, Mudassir telah berhasil membawa Golkar sebagai pemenang pemilu dan merebut kursi Ketua DPRD yang sebelumnya dipegang Partai Nasdem pada Pemilu 2019.
Keberhasilan ini memperkuat posisi Mudassir dalam persaingan mendapatkan rekomendasi Golkar.
Mengenai kesiapannya, Mudassir mengaku menunggu keputusan politik Partai Golkar menghadapi Pilkada Barru.
“Sebagai kader, saya taat dan patuh pada perintah partai. Kalau diarahkan ke sana, saya ke sana; diarahkan ke sini, saya ke sini,’ Saya siap membawa perubahan positif bagi Barru dengan berbagai program pembangunan yang telah saya siapkan,” kata Mudassir.
Di sisi lain, Andi Ina Kartika Sari, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, juga merupakan kandidat kuat.
Dengan pengalaman politik yang mumpuni dan jaringan luas, Andi Ina dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin Barru.
“Saya berkomitmen untuk menjadikan Barru lebih sejahtera dan berkeadilan,” tegas Andi Ina.
Dukungan dari berbagai tokoh politik dan masyarakat terus mengalir untuknya.
Partai Golkar, sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia, memegang peran kunci dalam menentukan siapa yang akan diusung dalam Pilkada Barru.
Rekomendasi dari Partai Golkar dianggap sebagai salah satu penentu utama dalam memenangkan pemilihan.
Oleh karena itu, baik Mudassir maupun Andi Ina, terus berupaya meraih dukungan dari partai berlambang pohon beringin ini.
Saat ini, Partai Golkar telah melakukan survei internal untuk mengukur tingkat penerimaan kader yang akan maju di Pilkada.
Golkar akan memutuskan siapa yang diusung berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebanyak tiga kali.
Keputusan ini diharapkan dapat menghasilkan kandidat terbaik yang mampu membawa perubahan positif bagi Barru.



Komentar