Trotoar.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna, membahas tentang mendengarkan pandangan umum Fraksi terhadap penjelasan Walikota Makassar atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023.
Dalam Rapat Paripurna yang dihadiri langsung walikota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto, dan dipimpin Langsung ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo.
Dalam rapat Paripurna tersebut, Danny Pomanto menyampaikan jika pandangan Fraksi DPRD Makassar terhadap APBD 2023 akan menjadi fokus utama Pemkot Makassar.
Baca Juga :
“Kami memperhatikan pandangan fraksi karena semua yang disampaikan menjadi konsen kami,” ujar Danny Pomanto usai Rapat Paripurna Ketujuh DPRD Kota Makassar, Jumat, (21/06/2024).
Danny menyoroti Dana Kelurahan (Dakel) yang diusulkan untuk dialokasikan pada program sosialisasi stunting melalui penyediaan makanan, guna meningkatkan efektivitas penanganan stunting di Makassar.
Selain itu, ia membahas soal anggaran retribusi, khususnya mengenai perubahan IMB menjadi PBG, yang berpengaruh pada penurunan pendapatan retribusi karena aturan baru yang mengalihkan sebagian besar pendapatan ke pusat.
Pendapatan PDAM yang menurun juga menjadi perhatian, terutama karena beban pengelolaan air limbah atau IPAL.
Beban listrik mencapai Rp200 juta per bulan, namun prediksi keuntungan sekitar Rp3 miliar tetap ada.
Danny juga menekankan bahwa penurunan ini bukan akibat kinerja, tetapi beban tambahan yang harus dikelola.
Ia optimis bahwa dengan terpenuhinya sambungan rumah untuk IPAL, pendapatan PDAM akan meningkat secara signifikan.



Komentar