Bantaeng, Trotoar.id – Koalisi Poros Tengah secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin dan Nurkanita M. Kahfi (IAKAN), dalam Pilkada Bantaeng 2024.
Deklarasi ini dilaksanakan setelah koalisi yang awalnya mendukung kandidat ketiga dalam bursa pencalonan, akhirnya beralih mendukung pasangan IAKAN.
Mereka menilai pasangan ini memiliki visi dan misi yang jelas dan rasional untuk Bantaeng.
Baca Juga :
Nasrun Jamal, salah satu inisiator Koalisi Poros Tengah, mengungkapkan bahwa keputusan untuk mendukung pasangan IAKAN tidak dibuat dengan cepat.
“Proses dukungan ini cukup panjang, kami telah melakukan kajian terhadap visi dan misi semua calon. Hanya IAKAN yang memiliki visi-misi yang jelas dan masuk akal untuk masa depan Bantaeng,” ungkap Nasrun Jamal saat memberikan pernyataan.
Deklarasi ini juga dihadiri oleh Karaeng Imran Massuaelle, yang diketahui merupakan paman dari Fathul Fauzi Nurdin alias Uji Nurdin.
Karaeng Imran secara resmi menandatangani pernyataan dukungan bersama Ilham Azikin, dan bahkan melakukan simulasi pencoblosan surat suara sebagai simbol dukungan penuh.
Nasrun Jamal menekankan bahwa Koalisi Poros Tengah mendukung penuh perjuangan pasangan IAKAN untuk Bantaeng, yang dinilai sejalan dengan misi koalisi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum yang adil, dan pendidikan berkualitas.
Ia juga menyinggung bahwa pasangan IAKAN adalah pasangan yang mandiri, tidak bergantung pada pengaruh orang tua dalam kampanye, berbeda dengan beberapa kandidat lain yang masih melibatkan keluarga secara langsung.
Dalam pidatonya, Ilham Azikin menyatakan bahwa dukungan Koalisi Poros Tengah melalui proses panjang dan merupakan hal yang serius.
“Koalisi ini adalah ruang untuk mencerdaskan masyarakat Bantaeng. Saya berharap, kita bersama-sama memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat, memilih bukan karena fanatisme, tetapi berdasarkan rekam jejak dan visi-misi yang jelas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintahan yang baik tidak hanya didasarkan pada nama besar atau intervensi dari keluarga atau tim sukses.
“Tidak ada yang bisa mengintervensi kebijakan saya, bahkan istri dan orang tua saya tidak pernah berani melakukan itu. Saya lebih memilih ditinggalkan oleh pendukung yang egois daripada harus mengkhianati rakyat Bantaeng,” tegas Ilham.
Ilham Azikin menambahkan bahwa seorang pemimpin harus dilahirkan dari proses yang dijalani dengan penuh tanggung jawab, dan bahwa pemerintahan harus bekerja untuk kepentingan semua kalangan, bukan hanya sekelompok orang atau tim sukses.
Koalisi Poros Tengah diharapkan menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan dan dorongan terhadap kepemimpinan di Bantaeng.
Ilham Azikin juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan ruang kepada siapapun yang ingin mengintervensi kebijakan pemerintahannya, dengan tujuan agar semua keputusan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kebijakan yang salah akan berdampak pada rakyat, dan saya bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang saya buat. Pemerintahan ini bukan milik sekelompok orang, tetapi untuk semua masyarakat Bantaeng,” tutup Ilham Azikin dalam acara deklarasi tersebut.



Komentar