Makassar, Trotoar.id – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, memberikan apresiasi kepada Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, atas keberhasilannya menjaga situasi kondusif selama penyelenggaraan Pilkada serentak 2024.
Berdasarkan data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Sulsel masuk dalam kategori daerah dengan tingkat kerawanan rendah.
“Menurut data yang kami terima, Sulsel berada di peringkat rendah dalam indeks kerawanan Pilkada. Ini menunjukkan kerja keras dan strategi pengamanan yang diterapkan Polda Sulsel berjalan efektif,” ujar Rudianto di Makassar, Sabtu (30/11/2024).
Baca Juga :
Berdasarkan laporan Bawaslu, indeks kerawanan Pilkada serentak 2024 menempatkan Sulsel di urutan ke-32 dari 34 provinsi, dengan skor 10,20 poin.
Posisi ini hanya lebih tinggi dibanding Provinsi Bengkulu yang mencatat skor terendah sebesar 3,79 poin.
Hal ini menjadi bukti bahwa strategi pengamanan dan pencegahan potensi konflik berhasil dijalankan.
Sejak beberapa Pilkada sebelumnya, Sulsel sering kali masuk dalam daftar zona merah kerawanan tinggi, bersanding dengan daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah. Namun, pada Pilkada 2024, provinsi ini berhasil keluar dari stigma tersebut.
“Situasi kondusif ini tidak terjadi begitu saja. Peran Polda Sulsel dalam mengantisipasi berbagai potensi konflik di setiap tahapan Pilkada sangat signifikan, mulai dari pencalonan, kampanye, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara,” tambah Rudianto.
Menurut Bawaslu, kerawanan dalam tahapan pencalonan sering kali dipengaruhi oleh penyalahgunaan kewenangan petahana atau pelibatan aparatur negara seperti ASN, TNI, dan Polri.
Sementara itu, tahapan kampanye rawan akan politik uang, penggunaan fasilitas negara, serta konflik antar pendukung calon.
Adapun tahapan pemungutan dan penghitungan suara dinilai paling rawan karena adanya potensi kesalahan prosedur, pemungutan suara ulang, hingga pemungutan suara susulan.
Namun, melalui pengawasan ketat dan koordinasi efektif, Sulsel mampu mengendalikan risiko ini dengan baik.
“Kapolda Sulsel berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama pesta demokrasi berlangsung. Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi,” tegas Rudianto.
Keberhasilan Sulsel dalam menjaga stabilitas keamanan selama Pilkada serentak diharapkan menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.
Dengan koordinasi yang baik antara aparat keamanan, penyelenggara pemilu, dan masyarakat, potensi kerawanan dapat diminimalkan secara signifikan.




Komentar