Makassar, Trotoar.id — Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Makassar 2024, yang berlangsung pada 27 November, menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan.
Menurut data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, hanya 599.092 pemilih yang menggunakan hak suaranya dari total 1.037.164 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Angka ini setara dengan 57,76 persen, jauh di bawah target partisipasi yang ditetapkan KPU Makassar sebesar 70 persen atau sekitar 700.000 pemilih.
Baca Juga :
Meski demikian, terdapat titik terang dalam hasil tersebut, khususnya terkait dengan partisipasi pemilih disabilitas. Dari 3.028 pemilih disabilitas yang terdaftar, 2.024 di antaranya berhasil menyalurkan hak suaranya, mencatatkan angka partisipasi 66,84 persen.
Angka ini hampir mencapai target yang ditetapkan yakni 67 persen.
Namun, rendahnya tingkat partisipasi pada Pilkada Makassar ini juga mencerminkan tantangan dalam kualitas demokrasi di daerah tersebut.
Meski lebih dari setengah pemilih yang terdaftar telah memberikan suara, angka ini masih jauh dari harapan.
Jika dibandingkan dengan Pemilu 2024, di mana partisipasi pemilih di Makassar tercatat mencapai 74 persen, atau Pilkada 2020 yang berada di angka 59 persen, tingkat partisipasi pada Pilkada Makassar kali ini menunjukkan penurunan yang signifikan.
KPU Makassar menyatakan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi di pemilihan mendatang, baik secara umum maupun khusus bagi kelompok disabilitas.



Komentar