Jakarta, Trotoar Id – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berbagi pengalaman unik tentang cara menjaga diri, keluarga, dan lingkungan terdekat agar terhindar dari perilaku korupsi.
Dalam sebuah talk show yang kini viral, Amran menekankan pentingnya konsistensi antara perkataan dan tindakan dalam melawan godaan penyalahgunaan wewenang.
Sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas), Amran memulai langkahnya dengan mempertegas integritas di lingkup keluarga sebelum menerima jabatan
Baca Juga :
. “Kami sampaikan kepada keluarga: jangan mengganggu, cukup doakan saja. Tidak boleh ikut campur dalam bentuk apa pun,” ujarnya. Komitmen ini bahkan membuat saudara-saudaranya tidak pernah bertamu selama ia menjabat.
Amran mengisahkan pengalaman menarik ketika seorang sahabat kakaknya mendapatkan kontrak proyek senilai Rp5 miliar di Kementan.
Meski kontrak tersebut sesuai prosedur, Amran meminta Dirjen terkait untuk membatalkannya.
“Kami tidak ingin ada persepsi negatif dari masyarakat. Sekalipun secara hukum mereka benar, sanksi sosial bisa merusak kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada kasus-kasus lain. Baru-baru ini, seseorang menggunakan foto bersama Amran untuk mendapatkan proyek di Kementan.
Setelah mengetahui hal tersebut, Amran memerintahkan agar proyek tersebut dibatalkan.
“Saya tidak kenal orang ini. Jangan bayar, biarkan mereka ke pengadilan. Cara seperti ini harus dihentikan,” tegasnya.
Amran juga menceritakan strategi unik melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kesehariannya di Kementan.
Dalam satu kasus, seorang sahabat dekatnya yang meminta proyek pupuk senilai Rp100 miliar dikejutkan dengan kehadiran penyidik KPK.
“Saya memanggil penyidik KPK ke ruangan saya. Sahabat saya langsung berkeringat dingin. Sejak itu, dia tidak berani main-main lagi dan malah membantu mengkampanyekan integritas,” kenangnya.
Bagi Amran, menjaga amanah lebih penting daripada menghindari risiko pribadi.
Ia menegaskan bahwa tindakannya dilakukan demi menyelamatkan kepercayaan masyarakat dan memajukan pertanian Indonesia.
“Saya rela mengorbankan satu orang demi melindungi 200 juta rakyat Indonesia. Kepercayaan itu kunci, tanpa itu kita tidak bisa menggerakkan pertanian,” ungkapnya.
Meski menerapkan berbagai langkah, Amran mengakui bahwa tidak ada jaminan absolut untuk sepenuhnya bersih dari perilaku korupsi. Namun, selama 21 tahun berkarier, ia mengklaim tidak pernah menerima sesuatu yang bukan haknya.
“Kalau ada yang membuktikan saya menerima Rp2.000 saja secara tidak sah, saya akan ganti dengan mobil mewah,” tantangnya.
Langkah-langkah Amran, yang sebagian dianggap ekstrem, dilakukan demi mewujudkan tata kelola yang bersih di Kementan.
“Saya sadar, jika kita membuka celah sedikit saja, perilaku korupsi sangat mudah terjadi. Maka kita harus tegas,” tutupnya.
Laporan oleh: Muhammad Ramli Rahim
Kepala Sekolah Institut Bisnis dan Profesi IKA Unhas Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Inovasi Alumni Pengurus Pusat IKA Unhas 2022-2026



Komentar