DPRD Makassar

DPRD Makassar Imbau Pemkot Tunda Lelang Proyek Fisik 2025 hingga Wali Kota Terpilih Dilantik

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 17 Januari 2025 16:04

 DPRD Makassar mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) baru setelah ditemukan masalah serius terkait 1.323 siswa yang tidak terdaftar dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
DPRD Makassar mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) baru setelah ditemukan masalah serius terkait 1.323 siswa yang tidak terdaftar dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Makassar, Trotoar.id – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Mulia, Ray Suryadi Arsyad, mengimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan lelang kegiatan fisik untuk tahun anggaran 2025.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa program-program pembangunan yang akan dilaksanakan dapat sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Makassar yang terpilih pasca-Pilkada 2024.

“Jangan terburu-buru. Tunda dulu lelang kegiatan fisik 2025 hingga Wali Kota terpilih resmi dilantik. Ini sejalan dengan imbauan dari Presiden Prabowo,” ujar Ketua Fraksi Mulia DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, dalam keterangan resminya pada Jumat (17/1/2025).

Ray menambahkan bahwa imbauan ini juga selaras dengan kebijakan nasional yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Surat Edaran (SE) Bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang dikeluarkan pada 11 Desember 2024.

Baca Juga  Makassar Naik Lagi ke PPKM Level 3, Epidemiolog Unhas: Kasusnya Masih Berlangsung Naik

Surat edaran tersebut menginstruksikan pemerintah daerah untuk menunda lelang proyek fisik yang belum mendesak hingga kepala daerah terpilih secara resmi menjabat.

Baca Juga  Sekwan DPRD Makassar Berdayakan 50 Tenaga Kontrak Sebagai Stafsus Anggota

Hal ini bertujuan untuk memastikan proses transisi pemerintahan dapat berjalan lancar dan bahwa program-program pembangunan lebih terarah, dengan fokus pada kepentingan masyarakat secara luas.

“Tujuan dari penundaan ini adalah untuk memastikan transisi pemerintahan yang maksimal dan efektivitas program pembangunan yang lebih terjamin,” ujar Ray, yang juga merupakan legislator dari Partai Demokrat.

Senada dengan Ray, anggota DPRD Makassar dari Partai Hanura sekaligus Bendahara Fraksi Mulia, Muchlis Misbah, juga menyatakan dukungannya terhadap langkah ini.

Baca Juga  Andi Pahlevi Paparkan Progres Pengerjaan Infrastruktur di Dapil 2

Muchlis menegaskan pentingnya menghormati proses transisi pemerintahan agar pembangunan di Makassar dapat terus berjalan dengan arah yang jelas dan konsisten.

Langkah ini, menurut Muchlis, akan memastikan bahwa kebijakan pembangunan yang dilaksanakan oleh Wali Kota Makassar terpilih akan berjalan sesuai dengan prioritas yang telah disusun, tanpa adanya benturan dengan kebijakan yang mungkin sudah disusun sebelumnya.

Penulis : Fajar

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...