MAKASSAR, TROTOAR.ID – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memutuskan mendiskualifikasi Calon Wali Kota Palopo, Trisal Tahir, dari kepesertaan Pilkada Palopo 2024.
Dalam amar putusannya, MK memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) tanpa mencalonkan kembali Trisal Tahir.
Putusan ini dibacakan langsung oleh Ketua MK Suhartoyo dalam sidang sengketa Pilkada Palopo di Jakarta, Senin (24/2/2025).
Baca Juga :
Suhartoyo menyatakan, MK mengabulkan sebagian permohonan pasangan calon Farid Kasim-Nurhaenih, yang menggugat keabsahan ijazah paket C milik Trisal Tahir.
“Amar putusan, mengadili: Dalam eksepsi, menolak eksepsi pihak termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian. Menyatakan diskualifikasi Calon Wali Kota Palopo atas nama Trisal Tahir dari kepesertaan Pilkada Palopo 2024,” tegas Suhartoyo.
Dalam pertimbangan hukum, Hakim MK Ridwan Mansyur menegaskan bahwa ijazah paket C yang digunakan Trisal Tahir tidak dapat dibuktikan keabsahannya.
MK menemukan bahwa PKBM Yusha, lembaga yang menerbitkan ijazah tersebut, tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan ijazah setara sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang digunakan saat mendaftar di KPU Palopo.
“Mahkamah berkesimpulan bahwa dokumen ijazah kelulusan pendidikan kesetaraan Paket C atas nama Trisal Tahir tidak dapat dibuktikan secara meyakinkan berasal dari instansi yang berwenang,” jelas Ridwan Mansyur.
MK memerintahkan KPU Palopo untuk melaksanakan pemungutan suara ulang. Partai pengusung Trisal Tahir diminta untuk mengajukan calon wali kota baru tanpa mengganti Ome sebagai calon wakil wali kota.
Dalam hasil rekapitulasi suara sebelumnya, pasangan Trisal Tahir-Ome unggul tipis dengan 33.933 suara. Mereka hanya unggul 595 suara dari pasangan Farid Kasim-Nurhaenih yang meraih 33.338 suara.
Sementara itu, pasangan Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri Karta meraih 19.484 suara dan pasangan Putri Dakka-Haidir Basir memperoleh 7.729 suara.
Putusan MK ini diprediksi akan memicu dinamika politik baru di Kota Palopo. Dengan diulangnya pemungutan suara dan hilangnya Trisal Tahir dari kontestasi, partai pengusung kini harus mencari sosok baru yang mampu mempertahankan basis suara mereka.
Sementara itu, pasangan Farid Kasim-Nurhaenih diperkirakan akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat dukungan.
Pilkada ulang ini akan menjadi penentu masa depan kepemimpinan Kota Palopo. Masyarakat kini menanti bagaimana peta persaingan politik akan berubah dan apakah hasil pemungutan suara ulang akan memberikan hasil yang berbeda.



Komentar