MAKASSAR, TROTOAR.ID – Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Y.M. Jess Dutton, mengunjungi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan bertemu Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 25 Februari 2025.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan untuk pegawai negeri sipil (PNS), hingga pengembangan ekonomi hijau di Sulsel.
Kunjungan Dubes Jess Dutton ke Makassar dilakukan dalam rangka menghadiri sejumlah agenda penting.
Baca Juga :
Di antaranya, memberikan kuliah tamu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, berdialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel
Kemudian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, melakukan pertemuan dengan Kapolda Sulsel, serta menghadiri public hearing yang digelar Tim World Agroforestry International Center for Research In Agroforestry (ICRAF).
Dalam pertemuan tersebut, Jess Dutton menegaskan dukungan Kanada terhadap Sulsel sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk pertumbuhan ekonomi hijau yang diinisiasi ICRAF.
Menurutnya, Sulsel dipilih karena memiliki potensi besar dan masyarakat yang mendukung penerapan konsep ekonomi hijau.
“Kondisi di Sulawesi Selatan sangat mendukung. Selain lingkungannya yang memungkinkan, masyarakatnya juga menunjukkan dukungan. Faktor-faktor ini menjadi alasan utama mengapa Sulsel terpilih sebagai lokasi proyek ICRAF,” jelas Dutton.
Sekda Sulsel, Jufri Rahman, menyambut baik dukungan tersebut dan mengungkapkan bahwa pertemuan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
Ia juga menawarkan sejumlah program kerja sama, termasuk pendidikan vokasi bagi anak-anak putus sekolah.
“Kami mengusulkan apakah Kanada bisa mengadakan pelatihan vokasi untuk anak-anak yang putus sekolah, sehingga mereka tetap memiliki keterampilan dan dapat diterima di dunia kerja,” ujar Jufri.
Tak hanya itu, Jufri juga mengusulkan pelatihan bagi PNS Pemprov Sulsel yang dapat dilakukan secara virtual.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Kanada menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pelatihan jarak jauh.
“Yang Mulia Dubes mengatakan pelatihan virtual sangat memungkinkan. Kanada akan menyiapkan pendampingan teknis, sementara kami menyiapkan calon pesertanya. Ini akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas ASN di Sulsel,” tambah Jufri.
Selain membahas pendidikan dan pelatihan, pertemuan ini juga menyinggung penyusunan peta jalan (roadmap) pertumbuhan ekonomi hijau Sulsel.
Pemerintah Kanada, melalui dukungan pendanaan untuk tim ICRAF, akan membantu merancang peta jalan tersebut.
Peta jalan ini nantinya akan diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kanada dalam program ekonomi hijau ini. Penyusunan peta jalan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” tutup Jufri.



Komentar