Pemkot Makassar

Sulsel Temui Wali Kota Makassar, PHRI Curhat Dampak Efisiensi Anggaran

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 10 Maret 2025 14:58

Sulsel Temui Wali Kota Makassar, PHRI Curhat Dampak Efisiensi Anggaran

MAKASSAR, Trotoar.id– Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan mengadakan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, guna membahas dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap industri perhotelan. Pertemuan ini berlangsung di Balai Kota Makassar, Senin (10/3/2025).

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengungkapkan bahwa pengurangan anggaran kegiatan pemerintahan di hotel telah berdampak signifikan terhadap pendapatan industri perhotelan. Kondisi ini juga berisiko memicu pengurangan tenaga kerja di sektor tersebut.

Kami melihat adanya penurunan jumlah kegiatan yang diselenggarakan di hotel akibat efisiensi anggaran. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan hotel dan bisa berujung pada pengurangan karyawan,” ujar Anggiat.

Untuk mengatasi dampak ini, PHRI Sulsel mengusulkan berbagai strategi, salah satunya dengan memaksimalkan promosi dan meningkatkan penyelenggaraan event di Makassar.

Kami berharap lebih banyak seminar, diskusi industri, serta pameran bisnis bisa digelar di Makassar. Misalnya, seminar tentang industri kopi atau rumput laut, yang bisa menjadi alternatif bagi kegiatan pemerintah yang saat ini mengalami pengurangan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa Pemkot Makassar memahami tantangan yang dihadapi industri perhotelan akibat efisiensi anggaran dan siap mencari solusi bersama.

Kami paham bahwa industri ini harus tetap berjalan. Oleh karena itu, kita perlu berpikir lebih kreatif dalam menyiasati kondisi ini agar sektor perhotelan tetap berkembang,” ungkap Munafri.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, Pemkot Makassar akan mengoptimalkan promosi sektor perhotelan melalui peningkatan intensitas event dan cell promotion.

Industri perhotelan harus terus bergerak. Kami akan mendorong lebih banyak kegiatan komunitas maupun kelompok masyarakat berskala nasional agar dapat diselenggarakan di Makassar,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga akan menyederhanakan proses perizinan event untuk mempermudah penyelenggara acara dan pelaku industri dalam menggelar kegiatan.

Kami akan mempercepat dan mempermudah proses perizinan agar hotel dan sektor pendukung lainnya tidak terbebani. Dengan begitu, lebih banyak event bisa masuk ke Makassar dan memberikan dampak positif bagi industri perhotelan,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah ini, diharapkan industri perhotelan di Makassar tetap dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...