Makassar, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Rabu (25/6/2025).
Peninjauan dilakukan guna meninjau langsung persoalan klasik yang kembali terjadi: kemacetan truk pengangkut sampah dan kerusakan infrastruktur akses masuk TPA.
Kunjungan ini merupakan respons cepat atas antrean panjang truk sampah sehari sebelumnya yang membuat proses pembuangan terhambat dan menimbulkan penumpukan sampah di sejumlah titik kota.
Baca Juga :
“Pagi ini saya turun langsung ke TPA Antang untuk melihat situasi. Jalur akses masuk mengalami kerusakan parah dan tidak layak. Ini sudah menjadi keluhan berulang, dan harus segera ditangani,” tegas Munafri di lokasi.
Munafri mengungkapkan bahwa akses jalan ke TPA Antang telah dianggarkan Rp9 miliar dan segera diperbaiki dengan konstruksi beton tahan beban.
Proyek ini akan dimulai Agustus 2025 dan menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Makassar dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah.
“Anggarannya sudah disiapkan tahun ini. Kita tidak bisa biarkan masalah ini terus terjadi setiap musim hujan atau ketika volume sampah meningkat,” lanjutnya.
Selain infrastruktur jalan, Munafri juga menyoroti kondisi armada pengangkut sampah milik Pemkot Makassar yang sebagian besar sudah tidak layak pakai.
“Banyak kendaraan sampah kita yang sudah terlalu tua, tidak efisien, dan sering rusak. Kita harus percepat pengadaan kendaraan baru agar distribusi sampah berjalan lancar dan tidak menumpuk di TPS atau jalanan,” ungkap politisi Golkar itu.
Wali Kota juga menyampaikan komitmen Pemkot untuk mengubah pendekatan pengelolaan sampah dari konvensional menuju sistem ramah lingkungan berbasis sanitary landfill. Il
Ia menargetkan agar sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu, sementara sebagian besar sudah dipilah dan diproses dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Kami sedang menyusun perencanaan pengurangan sampah dari hulu ke hilir. Tujuannya, hanya residu akhir yang masuk ke TPA. Ini target besar untuk menciptakan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.
Munafri mengingatkan bahwa pengelolaan sampah adalah persoalan kolektif yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini pekerjaan besar yang harus kita tangani bersama. Warga harus terlibat aktif mulai dari pemilahan sampah rumah tangga,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmi Budiman, juga turun langsung ke TPA Antang dan menjelaskan bahwa antrean truk terjadi karena kerusakan alat berat dan kondisi jalan yang becek akibat hujan.
“Jalan masuk hanya satu jalur dan sangat rentan rusak saat hujan. Ditambah alat berat kami ada yang rusak, sehingga proses bongkar muatan melambat,” jelas Helmi.
DLH juga mencatat bahwa usia pakai armada pengangkut sampah sebagian besar sudah di atas lima hingga sepuluh tahun, sehingga efisiensi angkutan sampah menurun drastis.
Untuk mengatasi hal ini, DLH bersama dinas terkait akan melakukan penjadwalan ulang pengangkutan, serta berkoordinasi dengan Dinas PU, Dishub, Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan agar proses distribusi lebih tertib dan tidak menumpuk di jam sibuk.



Komentar