Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pemanfaatan teknologi canggih dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah kota.
Dalam upaya tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima audiensi dari Nihon Suido Consultants, perusahaan asal Jepang yang menawarkan sistem Real-Time Flood Management berbasis BLITZ GIS.
Teknologi BLITZ GIS merupakan sistem pemantauan banjir real-time berbasis Geographic Information System (GIS), yang mampu mendeteksi, memantau, dan mengelola informasi banjir secara cepat dan akurat.
Baca Juga :
Teknologi ini telah sukses diterapkan di berbagai kota di Jepang dan Asia Tenggara, termasuk Davao, Filipina, yang memiliki karakteristik banjir serupa dengan Makassar.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Mr. Voukushi MA, perwakilan Nihon Suido Consultants, memaparkan secara rinci kemampuan sistem BLITZ GIS dalam menyajikan data pemetaan banjir, integrasi sensor curah hujan, serta sistem peringatan dini berbasis peta interaktif.
“Sistem ini dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mendeteksi dan mencegah banjir secara real-time. Tujuannya adalah menjadikan kota lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana,” ujar Voukushi MA.
Sistem ini tak hanya memantau kondisi banjir secara langsung, tetapi juga menyediakan fitur pelaporan kondisi lapangan berbasis digital yang bisa diakses oleh instansi teknis maupun masyarakat.
Hal ini diyakini mampu mempercepat proses pengambilan keputusan saat terjadi keadaan darurat.
Selain menawarkan solusi teknis, Nihon Suido juga membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Jepang, khususnya untuk kota-kota yang berkomitmen memperkuat sistem ketahanan bencana.
Dukungan ini mencakup bantuan hibah, pelatihan SDM, penyusunan studi kelayakan, hingga pendampingan teknis.
“Jika Makassar tertarik berpartisipasi dalam program kerja sama, kami siap membantu dari tahap awal, termasuk pengajuan administrasi dan perencanaan teknis,” jelas Voukushi.
Menanggapi tawaran tersebut, Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi dan antusiasme terhadap teknologi yang dinilai potensial dalam mempercepat penanggulangan banjir di Kota Makassar.
“Kami sangat terbuka terhadap inovasi seperti ini, apalagi sudah terbukti di negara lain. Sistem seperti BLITZ GIS bisa menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan banjir jangka panjang di Makassar,” kata Munafri.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan segera melakukan telaah teknis dan penyusunan rencana aksi, guna melihat kelayakan implementasi sistem ini di wilayah Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi persoalan banjir, yang umumnya terjadi saat musim hujan dengan curah tinggi.
“Kami terus membenahi sistem drainase kota secara bertahap, memperluas saluran air, serta memastikan pembersihan drainase dilakukan secara rutin,” ujarnya.
Menurutnya, selain perbaikan fisik, Pemkot juga terus mendorong edukasi publik dan peningkatan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyumbatan saluran air oleh sampah.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan diskusi melalui penyusunan studi teknis lebih lanjut.
Pemerintah Kota Makassar berharap kerja sama ini akan menjadi langkah awal transformasi tata kelola risiko banjir di era perubahan iklim.
“Kami ingin Makassar menjadi kota yang tangguh, aman, dan nyaman bagi warganya. Solusi seperti ini sangat kami butuhkan dalam menghadapi tantangan ke depan,” tutup Munafri.



Komentar