MAKASSAR, Trotoar.id — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-418, Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar menggelar kegiatan Yaumul Himmah, yang diisi dengan salat Magrib berjamaah dan doa bersama para hafiz serta anak-anak panti asuhan se-Kota Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Minggu (9/11/2025), menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Makassar tahun ini yang mengusung semangat kepedulian sosial dan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan apresiasi kepada 100 hafiz berupa dana pembinaan, serta menyalurkan bantuan kepada 418 anak panti asuhan yang berasal dari 40 lembaga panti di Kota Makassar.
Baca Juga :
Program ini menambah daftar panjang aksi kepedulian Pemkot Makassar dalam rangka HUT Kota, setelah sebelumnya diisi dengan kegiatan sosial, budaya, dan aksi kemanusiaan.
Kali ini, Pemkot memberikan ruang penghargaan bagi para penghafal Al-Qur’an dan anak-anak panti asuhan yang terus berjuang memperdalam ilmu agama.
“Al-Qur’an adalah sumber ilmu dan cahaya yang menerangi setiap langkah kita. Membaca, memahami, dan menghafalkannya adalah amalan mulia. Kami ingin para santri dan anak-anak panti terus istiqamah dalam perjuangan ini,” ujar Munafri dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Yaumul Himmah bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan gerakan moral untuk memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat.
“Kami berharap dari acara ini lahir generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga berakhlak mulia, siap menjadi pemimpin masa depan bagi bangsa dan agama,” tambahnya.
Munafri juga menegaskan, perhatian terhadap pendidikan agama dan pembinaan akhlak akan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar.
“Kami ingin anak-anak Makassar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak. Itulah makna sejati dari peringatan HUT Kota Makassar tahun ini: Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” tutup Munafri.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Makassar, Mohammad Syarif, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemkot Makassar dan Dinas Sosial, sekaligus tindak lanjut dari program perbaikan bacaan Al-Qur’an yang telah berjalan sejak awal 2025.
“Ini bentuk apresiasi kepada anak-anak hafiz dan hafizah, sekaligus dorongan agar mereka terus istiqamah sebagaimana arahan Bapak Wali Kota. Kami juga ingin menunjukkan bahwa anak-anak panti asuhan bisa menjadi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, seleksi terhadap 100 hafiz dilakukan secara khusus dengan kriteria kemampuan menyetorkan hafalan dalam satu kali duduk, sebagai bentuk penilaian kesungguhan dan konsistensi dalam menghafal Al-Qur’an.



Komentar