Makassar, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa struktur kepengurusan PDI Perjuangan di tingkat daerah akan semakin memberi ruang bagi politisi muda.
Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar.
Hasto menjelaskan, PDIP membutuhkan wajah-wajah muda dalam struktur kepengurusan yang mampu berkolaborasi dengan para senior untuk menyusun strategi pemenangan pada pemilu mendatang.
Baca Juga :
“Untuk struktur, kita menginginkan anak-anak muda mengisi posisi penting dan berkolaborasi dengan para senior dalam membangun strategi memenangkan PDIP pada pemilu yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Hasto, dinamika polarisasi politik nasional telah mengalami perubahan, karena itu, PDIP Sulsel akan kembali menggelorakan Geopolitik Soekarno yang memiliki rekam jejak kuat di Sulawesi Selatan sebagai wilayah dengan sejarah dan peradaban bahari yang besar.
Ia menekankan pentingnya memperjuangkan aspek historis dan ideologis dalam memimpin arah kemajuan bangsa.
“Kita memperjuangkan sejarah, ideologi, dan hak-hak rakyat sebagai landasan PDIP dalam mengambil keputusan politik,” kata Hasto.
Konferda dan Konfercab kali ini menetapkan agenda penyusunan kepengurusan baru, sikap politik, serta program-program strategis partai untuk menghadapi tantangan dan persoalan rakyat.
Hasto menegaskan bahwa PDIP harus mampu merumuskan jalan masa depan yang lebih berpihak pada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menilai dua tokoh, yaitu Andi Ridwan Wittiri (ARW) dan Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, sebagai figur yang sama-sama layak memimpin struktur PDIP Sulsel.
“ARW punya pengalaman yang luar biasa dan diterima banyak kalangan. Sementara Pak Danny Pomanto adalah mantan Wali Kota dua periode yang terbukti berhasil. Jika kedua potensi ini dipadukan, PDIP akan semakin kuat,” ujarnya.
Hasto menegaskan bahwa kekuatan PDIP selalu bertumpu pada prinsip kolektif kolegial, sehingga setiap kader terbaik harus bersatu dalam semangat gotong royong.
Hasto turut menyinggung anomali yang terjadi pada Pemilu 2024, untuk menghadapi situasi politik serupa di masa depan, PDIP akan mengedepankan strategi baru yang disebutnya sebagai politik moral, yakni politik yang berpihak pada rakyat dan tidak tunduk pada hegemoni modal.
“Kesetaraan dan keberpihakan kepada rakyat harus menjadi kekuatan politik baru yang mampu mengalahkan dominasi modal,” tegasnya.
Struktur kepengurusan PDIP ke depan akan lebih menekankan regenerasi dengan memberi ruang luas kepada anak muda.
Meski demikian, partai tetap akan dipandu oleh ideologi dan sejarah perjuangan PDIP, sehingga peran kader senior tetap diperlukan sebagai pemberi arah.
Terkait target pemilu, Hasto menyebutkan bahwa DPC dan DPD akan merumuskan sasaran yang ingin dicapai pada kontestasi politik mendatang.
“Setidaknya di tingkat provinsi, PDIP harus bisa meraih 8 hingga 9 kursi DPRD Sulsel, dan untuk DPR RI minimal 4 kursi,” jelasnya.
Menurutnya, elektabilitas adalah dampak, bukan tujuan utama. “Elektoral itu gampang. Yang utama adalah pergerakan menyelesaikan masalah rakyat. Jika itu dilakukan, elektoral akan mengikuti,” kata Hasto.



Komentar