Konferda PDIP

Hasto Targetkan PDIP Sulsel Rebut 4 Kursi DPR RI dan 8–9 Kursi DPRD Provinsi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 24 November 2025 15:00

Hasto Nilai ARW dan Danny Pomanto Sama-sama Punya Peluang Pimpin DPD PDIP Sulsel
Hasto Nilai ARW dan Danny Pomanto Sama-sama Punya Peluang Pimpin DPD PDIP Sulsel

Makassar, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa PDIP Sulawesi Selatan harus menetapkan target politik yang lebih ambisius pada pemilu mendatang.

Ia berharap perolehan kursi legislatif PDIP di Sulsel dapat meningkat signifikan, baik di tingkat nasional maupun provinsi.

Hal itu disampaikan Hasto usai membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Senin (24/11/2025).

Kedua agenda besar partai tersebut akan menyusun struktur baru, rumusan kebijakan, dan strategi pemenangan menghadapi Pemilu 2029.

Dalam arahannya, Hasto berharap PDIP Sulsel mampu merebut kembali empat kursi DPR RI, sebagaimana pernah dicapai partai berlambang banteng itu pada periode sebelumnya.

Selain itu, ia menekankan agar PDIP bisa mengembalikan kekuatan di DPRD Sulawesi Selatan menjadi 8 kursi, bahkan berpotensi naik menjadi 9 kursi.

“Untuk target, nanti struktur kepengurusan yang menyusunnya. Tetapi yang jelas, harapan kita DPR RI itu kembali empat kursi. Di tingkat provinsi, kita ingin minimal kembali ke 8 atau bahkan naik menjadi 9 kursi,” tegas Hasto.

Menurutnya, pencapaian target tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Tren dukungan masyarakat terhadap PDIP dinilai tetap kuat, terutama jika partai mampu mendekatkan diri dengan persoalan rakyat dan memperkuat kerja-kerja politik berbasis ideologi.

Lebih jauh, Hasto menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus senior dan figur-figur muda dalam tubuh PDIP Sulsel.

Sinergi lintas generasi dianggap sangat menentukan dalam merumuskan strategi politik yang relevan dengan dinamika sosial dan politik saat ini.

“Kolaborasi pengurus senior dengan figur-figur muda harus diperkuat. Kita butuh energi anak-anak muda, tetapi juga membutuhkan arahan dan pengalaman para senior untuk memastikan strategi partai tetap berada dalam jalur ideologis yang tepat,” jelasnya.

Ia menilai bahwa politik saat ini memerlukan kreativitas, kepekaan terhadap perubahan, serta kemampuan membaca arah pergeseran perilaku pemilih.

Karena itu, struktur baru PDIP Sulsel diharapkan berisi perpaduan yang ideal antara tokoh berpengalaman dengan generasi muda yang inovatif.

Konferda dan Konfercab PDIP Sulsel menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal.

Dalam forum tersebut, para kader akan menyusun arah kebijakan politik, merumuskan program kerja, dan menetapkan kepengurusan baru yang akan memimpin partai dalam lima tahun ke depan.

Hasto mengingatkan bahwa struktur kepengurusan yang baru harus mampu menjawab tantangan politik dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih konkret.

“Struktur itulah yang nanti berhadapan langsung dengan rakyat, sehingga harus solid, punya daya gerak, dan memahami garis perjuangan ideologis partai,” katanya.

Hasto juga menggarisbawahi bahwa PDIP harus tetap berpijak pada politik ideologis sebagaimana diajarkan Soekarno. PDIP, katanya, bukan sekadar mesin elektoral, tetapi partai yang hadir untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui program-program konkret.

“Kekuatan PDIP adalah politik moral, politik kehadiran untuk rakyat. Jika kerja-kerja itu dilakukan dengan baik, maka dukungan elektoral akan mengikuti dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama partai bukan hanya mengejar kemenangan pemilu, tetapi memastikan bahwa perjuangan PDIP memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan demikian, menurut Hasto, target kursi legislatif yang tinggi bukanlah tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari kerja politik yang benar.

Di akhir keterangannya, Hasto mengingatkan bahwa PDIP Sulawesi Selatan perlu menyiapkan langkah-langkah strategis jangka panjang, terutama menghadapi dinamika politik nasional dan daerah yang semakin cepat berubah.

“Penyusunan strategi tidak boleh instan. Kita harus membaca perubahan, memahami geopolitik, hingga mengantisipasi pergeseran perilaku pemilih. Semua itu membutuhkan kolaborasi antara pengalaman para senior dan gagasan segar dari generasi muda,” tutupnya.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...