MAKASSAR, Trotoart.id — Peta dukungan jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut.
Seiring mendekatnya pelaksanaan Musda yang dijadwalkan pada pekan ketiga Januari 2026, dukungan terhadap calon ketua semakin terlihat jelas arah kekuatannya.
Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), saat ini menjadi figur dengan dukungan terbesar. Hingga kini sedikitnya 19 DPD II kabupaten/kota yang memiliki hak suara penuh telah menyatakan dukungan resmi kepada dirinya.
Baca Juga :
Jumlah tersebut dinilai sudah lebih dari cukup untuk menempatkan Appi sebagai kandidat terkuat. Sejumlah pihak bahkan menyebut secara matematis peluang Appi memimpin Golkar Sulsel periode mendatang berada pada posisi paling realistis dibanding kandidat lain.
Namun, dinamika internal Golkar Sulsel masih menarik untuk dicermati. Dua figur lain yang sejak awal disebut sebagai pesaing potensial, yakni Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), hingga kini belum terlihat mengantongi dukungan DPD II.
Padahal keduanya sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat kuat dan dinilai memiliki modal politik yang besar.
Namun realitas peta dukungan di tingkat DPD II menunjukkan hingga saat ini belum ada rekomendasi resmi yang mengalir untuk keduanya.
Meski demikian, kondisi politik belum sepenuhnya tertutup. Masih terdapat lima DPD II yang belum menyatakan sikap. Situasi ini membuat peluang dinamika politik pada detik-detik terakhir menjelang Musda tetap terbuka kemungkinan pergeseran arah dukungan.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai keputusan akhir kursi Ketua Golkar Sulsel tidak hanya ditentukan oleh akumulasi dukungan DPD II.
Figur Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, diyakini tetap memiliki pengaruh penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Sulsel mendatang.
Belakangan juga muncul kabar bahwa DPP Golkar mendorong Andi Ina Kartika Sari sebagai calon alternatif. Namun informasi yang berkembang menyebutkan,
Andi Ina dikabarkan tidak akan maju jika Munafri Arifuddin resmi bertarung, karena memilih mengedepankan kebersamaan internal ketimbang harus berhadap-hadapan langsung di Musda.
Sementara itu, kubu pendukung Munafri menilai dukungan 19 DPD II merupakan representasi aspirasi mayoritas kader Golkar di daerah. Mereka menilai capaian politik Appi di Makassar, termasuk kemenangan Golkar pada Pilkada Makassar 2024 dan peningkatan kursi DPRD, menjadi salah satu alasan kuat kepercayaan kader.
Dengan komposisi dukungan yang semakin terbuka, Musda Golkar Sulsel diprediksi akan menjadi salah satu momentum politik penting di awal tahun 2026. Publik dan internal Golkar kini menantikan bagaimana sikap akhir DPP serta arah politik lima DPD II yang belum menentukan pilihan.



Komentar