MUSDA GOLKAR

APPI Kantongi Dukungan 19 DPD II, Plt Ketua Ingin Road Show di Sulsel

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 09 Januari 2026 19:52

Muhiddin Said Tegaskan Calon Ketua Golkar Sulsel Wajib Tak Miliki Keluarga Inti di Partai Lain
Muhiddin Said Tegaskan Calon Ketua Golkar Sulsel Wajib Tak Miliki Keluarga Inti di Partai Lain

Makassar, Trotoar.id — Pelaksana Tugas Ketua Golkar Sulawesi Selatan Muhidin Said merespons terkait jadwal Musda yang kemungkinan besar tidak akan di gelar di Bulan Januari mendatang 

Dia menyebutkan jika dirinya sebagai Plt ketua Golkar akan meninjau perkembangan rencana Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel, bahkan jadwal Musda yang semula di jadwalkan pekan ketiga Januari belum ditetapkan karena pihaknya masih fokus melakukan konsolidasi internal.

“Saya mau konsolidasi dulu. Saya mau keliling 24 kabupaten/kota supaya tahu persis persoalan di Golkar Sulsel. Sulsel ini sangat kompleks,” jelasnya.

Menurutnya, kader-kader Golkar di Sulsel memiliki kapasitas yang relatif setara untuk memimpin partai. 

Karena itu, diperlukan kesepahaman bersama antara keluarga besar Golkar Sulsel dan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Siapapun yang kita sepakati bersama Ketum, itu yang harus kita amankan. Dan kader-kader Golkar di Sulsel sepakat dengan itu,” ujarnya.

Muhidin juga meluruskan pernyataannya sebelumnya terkait rencana Musda yang sempat disebut akan digelar Januari. Ia mengungkapkan bahwa rencana tersebut masih menunggu arahan Ketua Umum Golkar.

“Kemarin saya lapor ke Ketua Umum di DPP. Saya sampaikan mau gelar Musda cepat, tapi beliau bilang jangan dulu. Konsolidasi dulu secara menyeluruh,” katanya.

Saat ini, kata Muhidin, fokus utama adalah menyempurnakan struktur kepengurusan Pelaksana Tugas DPD I Golkar Sulsel agar roda organisasi bisa berjalan optimal.

“Kita sempurnakan dulu kepengurusan Plt, mungkin minggu ini sudah rampung. Ini Plt ya, bukan definitif, karena definitif itu harus lewat Musda,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah kepengurusan Plt lengkap, barulah panitia Musda dapat dibentuk. Mengingat, panitia Musda merupakan kewenangan DPD I Golkar Sulsel.

“Pengurus ini harus kita lihat, ada yang sudah tidak aktif, ada yang meninggal, bahkan ada yang sudah pindah partai,” ungkapnya.

Muhidin juga menegaskan keinginannya agar Musda Golkar Sulsel ke depan dapat berlangsung secara aklamasi demi menjaga kekompakan partai.

“Saya mau aklamasi, supaya tidak ada konflik,” tegasnya.

Ia mengaku ingin menghindari dinamika keras seperti yang terjadi pada Musda Golkar Sulsel sebelumnya.

“Saya juga yang pimpin Musda lalu di Jakarta. Dua hari dua malam kita tidak tidur, akhirnya lahir kepengurusan yang tidak semua kader dukung,” kenangnya.

Karena itu, Muhidin berharap Ketua Golkar Sulsel yang terpilih nantinya benar-benar mendapatkan dukungan penuh dari seluruh kader.

“Siapapun yang jadi ketua nanti harus didukung semua kader, supaya Golkar di Sulsel bisa kembali seperti masa-masa kejayaannya,” pungkas Muhidin.

Saat ditanya kapan konsolidasi lanjutan akan digelar, Muhidin menyebut masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan Plt Golkar Sulsel. (*)

Penulis : UPIQ

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 April 2026 15:19
Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut, Modus Penipuan Berkedok Sumbangan Masjid Marak
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan baru yang mencatut na...
Metro18 April 2026 13:17
30 Tahun Kuasai Fasum, 40 PKL “Cat Kuning” di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri Tanpa Konflik
MAKASSAR, Trotoar.id – Setelah puluhan tahun menempati fasilitas umum, sekitar 40 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ujung Tinumbu, Kecamatan Bontoal...
Politik18 April 2026 11:32
Musda Golkar Haed To Haed, APPI Kumpul 21 DPD II
MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arif...
Hukum18 April 2026 10:56
Andi Ina Bantah Terlibat Dalam Kasus Bibit Nanas
MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ...