WAJO, Trotoar.id — Perjalanan menuju Siwa yang seharusnya berlangsung seperti biasa berubah menjadi momen kemanusiaan bagi Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Supriadi Arif.
Di tengah perjalanan, ia bersama rombongan mendapati seorang warga tergeletak usai mengalami kecelakaan di wilayah Uraiyang, Kecamatan Majauleng.
Kejadian itu sontak menghentikan laju kendaraan rombongan. Tanpa banyak pertimbangan, Supriadi segera turun dan bergegas mendekati korban yang saat itu membutuhkan pertolongan.
Baca Juga :
Situasi di lokasi masih dipenuhi kepanikan, dengan beberapa warga yang mulai berdatangan untuk membantu.
Di tengah suasana tersebut, Supriadi bersama timnya mengambil peran penting. Mereka berupaya menenangkan situasi, sekaligus memastikan korban mendapatkan penanganan awal yang diperlukan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Dengan sigap, pertolongan pertama diberikan di lokasi kejadian. Warga sekitar pun turut membantu, menciptakan suasana gotong royong yang menjadi cerminan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Setelah kondisi korban cukup stabil, Supriadi bersama warga kemudian segera mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat.
Langkah cepat ini diambil agar korban bisa mendapatkan penanganan medis lebih lanjut tanpa harus menunggu lebih lama.
Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan warga Desa Wewangrewu, Kecamatan Tanasitolo.
Identitas tersebut semakin menegaskan bahwa korban adalah bagian dari masyarakat yang harus dilindungi dan dibantu bersama.
Bagi Supriadi, kejadian ini bukan sekadar insiden di perjalanan, melainkan pengingat akan pentingnya nilai kemanusiaan.
Ia menilai bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab moral untuk saling membantu, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan.
Ia pun menyampaikan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi perhatian utama setiap pengguna jalan.
Jalan raya bukan hanya ruang untuk mencapai tujuan, tetapi juga ruang bersama yang menuntut kehati-hatian.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah kecelakaan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa setiap perjalanan selalu membawa harapan dari orang-orang terdekat.
Ada keluarga yang menunggu di rumah, berharap setiap langkah perjalanan berakhir dengan keselamatan.
Momen yang terjadi di Majauleng itu menjadi pelajaran berharga, bahwa kepedulian bisa hadir di mana saja dan kapan saja.
Tindakan kecil yang dilakukan dengan cepat dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan seseorang.
Perjalanan pun akhirnya kembali dilanjutkan. Namun, peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam bahwa di tengah rutinitas dan kesibukan, nilai kemanusiaan tetap harus menjadi prioritas utama.



Komentar