LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui kolaborasi dengan sektor industri.
Salah satunya diwujudkan melalui Program Green Training Completion Awak Mas Project 2025 yang diselenggarakan oleh PT Macmahon Indonesia Site Awak Mas.
Sebanyak 35 peserta resmi menyelesaikan program pelatihan tersebut dalam kegiatan penutupan yang digelar di Ruang Pola Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga :
Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan tambang dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ketua panitia pelaksana, Dikdik Syamsur Sidik, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal melalui peningkatan keterampilan kerja.
Program yang telah dimulai sejak 18 Juli 2025 tersebut berhasil meluluskan 35 peserta, dengan komposisi mayoritas berasal dari kalangan perempuan.
“Sebanyak 30 dari 35 peserta merupakan perempuan. Ini menunjukkan besarnya peran perempuan dalam sektor industri, termasuk di bidang pertambangan,” ujarnya.
Selama pelatihan, para peserta dibekali keterampilan teknis sebagai operator alat berat dengan berbagai spesialisasi, antara lain dump truck, dozer, compactor, motor grader, dan excavator.
General Manager PT Macmahon Indonesia Site Awak Mas, Daryono Labula, menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pelatihan tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan disiplin kerja peserta.
“Kami tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membangun pola pikir, budaya keselamatan, serta kesiapan mental untuk menghadapi dunia kerja,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 76 persen tenaga kerja di proyek Awak Mas berasal dari masyarakat lokal.
Sementara itu, perwakilan Direktur PT Masmindo Dwi Area, Nevindatama Putranta, menegaskan bahwa para lulusan program ini diharapkan dapat menjadi pionir sekaligus role model bagi generasi berikutnya.
“Program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Ia menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam dunia kerja, selain keterampilan teknis yang dimiliki.
“Keterampilan itu penting, tetapi sikap dan integritas adalah kunci utama keberhasilan,” tegasnya.
Bupati Luwu, Patahudding, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program ini.
Ia menilai pelatihan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun SDM berkualitas dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Saya berharap para peserta mampu menjaga kepercayaan dan integritas. Ini merupakan peluang besar untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dominasi peserta perempuan dalam program ini sebagai hal yang positif.
Menurutnya, perempuan memiliki ketekunan dan daya juang tinggi yang menjadi modal penting dalam dunia kerja.
“Ke depan, saya berharap keterlibatan perempuan dalam sektor ini terus meningkat,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sofyan Thamrin, Kepala Dinas Pendidikan Andi Palanggi, Camat Latimojong, serta para kepala desa se-Kecamatan Latimojong.
Melalui program Green Training ini, diharapkan tercipta lebih banyak tenaga kerja lokal yang siap bersaing di sektor pertambangan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu di masa mendatang.




Komentar