SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif.
Bagi Syaharuddin, sosok yang akrab disapa Daeng Situju itu bukan sekadar jurnalis senior yang telah puluhan tahun meliput dinamika politik Sulawesi Selatan. Almarhum juga merupakan sahabat lama yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Kedekatan keduanya terjalin sejak Syaharuddin masih aktif sebagai anggota DPRD Sulsel. Bahkan, Syaharuddin pernah menduduki posisi pimpinan DPRD Sulsel selama satu periode.
Pada masa itu, Daeng Situju merupakan salah satu wartawan yang bertahun-tahun bertugas meliput berbagai aktivitas di lingkungan Sekretariat DPRD Sulsel. Intensitas pertemuan dan komunikasi selama menjalankan tugas jurnalistik kemudian membangun hubungan yang melampaui relasi antara politisi dan wartawan.
Persahabatan itu terus terjalin hingga Syaharuddin kini menjabat sebagai Bupati Sidrap sekaligus Ketua NasDem Sulsel.
Daeng Situju dikenal sebagai Redaktur Politik Berita Kota Makassar. Almarhum juga mengemban amanah sebagai Ketua Komisi F (Komunitas Wartawan DPRD Sulsel), wadah kebersamaan jurnalis yang bertugas di lingkungan parlemen Sulsel.
“Terus terang, saya sangat kehilangan. Pak Arif bukan orang baru dalam perjalanan hidup saya. Kami sudah saling mengenal sejak saya masih menjadi anggota DPRD Sulsel. Beliau sudah seperti saudara sendiri. Banyak kenangan dan kebersamaan yang tidak mungkin saya lupakan,” ungkap Syahar.
Puluhan tahun menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan DPRD Sulsel membuat Daeng Situju menjadi saksi berbagai dinamika politik, pemerintahan, serta perjalanan para tokoh yang pernah beraktivitas di parlemen.
Bagi Syaharuddin, almarhum tidak hanya dikenal karena dedikasinya sebagai wartawan, tetapi juga karena kemampuannya membangun hubungan persahabatan dengan banyak orang.
“Beliau bukan hanya menjalankan tugas sebagai wartawan, tetapi juga membangun persahabatan dengan banyak orang. Bagi saya, kehilangan ini sangat berarti karena ada begitu banyak cerita dan kenangan yang pernah kami lalui bersama,” lanjut Ketua NasDem Sulsel itu.
Kepergian Daeng Situju pun meninggalkan kenangan panjang bagi mereka yang pernah berinteraksi dan bekerja bersama almarhum. Di balik profesinya sebagai jurnalis, ia dikenang sebagai sosok yang menjalin persaudaraan dengan banyak kalangan.
“Selamat jalan, sahabat. Terima kasih atas kebersamaan dan persahabatan selama ini. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima seluruh amal ibadahmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Syahar. (*)



Komentar