Pemprov Sulsel

Sulsel Jadi Tuan Rumah IIFS 2026, Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 02 November 2026 16:29

Sulsel Jadi Tuan Rumah IIFS 2026, Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan mendapat momentum strategis untuk memperluas peran dalam industri halal global.

Menjadi tuan rumah Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah agar produk unggulan daerah mampu menembus pasar internasional.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri IIFS 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Senin (2/11/2026).

Mengusung tema Strengthening Islamic Finance Ecosystem to Advance Sustainable Halal Economic Growth, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi serta keuangan syariah.

IIFS 2026 juga dirangkaikan dengan peluncuran cetak biru atau blueprint pengembangan keuangan syariah, forum tingkat tinggi (high-level forum), serta konferensi keuangan syariah berskala internasional.

Andi Sudirman menilai pengembangan ekonomi syariah tidak boleh hanya berhenti pada sektor jasa keuangan.

Baca Juga  Andi Sudirman Minta Kepsek se-Sulsel Percepat Vaksinasi dan Tingkatkan Mutu Pendidikan

Potensinya perlu diterjemahkan menjadi peluang ekonomi nyata bagi berbagai sektor usaha, mulai dari industri makanan dan minuman halal, fesyen muslim, hingga pariwisata ramah muslim.

Ia mengingatkan bahwa persaingan industri halal dunia tidak hanya melibatkan negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Negara seperti Tiongkok dan Thailand juga telah mengambil peluang dari pertumbuhan pasar tersebut.

“Kita melihat bahwa yang mengambil peluang dalam persaingan ekonomi halal dunia bukan hanya negara-negara mayoritas muslim. Tiongkok dan Thailand, misalnya, juga mengambil peluang ini. Karena itu, kita perlu membangun ekosistem yang kuat agar potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dapat berkembang lebih luas,” jelasnya.

Menurut Andi Sudirman, penguatan ekosistem tersebut membutuhkan pedoman bersama agar kebijakan pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan searah dengan kebutuhan pelaku industri.

Ia berharap cetak biru ekonomi dan keuangan syariah yang diluncurkan dalam forum tersebut menjadi acuan untuk mempercepat pengembangan sektor ini, termasuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah.

Baca Juga  Dimulai dari Hertasning, Gubernur Sulsel Resmikan Proyek Jalan Paket 1 MYC 2025-2027

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung langkah kolaboratif tersebut untuk memastikan bahwa pembiayaan dan instrumen keuangan syariah dapat menjangkau sektor riil, UMKM, serta program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat industri keuangan syariah. Potensi tersebut ditopang pertumbuhan aset keuangan syariah, dukungan kebijakan pemerintah, landasan regulasi, serta besarnya populasi muslim di Indonesia.

Namun, potensi tersebut membutuhkan pengembangan yang terintegrasi agar sektor keuangan syariah dapat terhubung dengan aktivitas ekonomi produktif dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Friderica juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, termasuk Sulawesi Selatan, dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui program serta kerja sama yang sesuai dengan potensi daerah.

Baca Juga  IKAJOSS Kerjasama Pemkab Selayar Kembangkan Takabonerate

“Peran daerah di Indonesia, utamanya Provinsi Sulawesi Selatan, juga sangat penting dalam menyukseskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program dan kerja sama yang dilaksanakan di daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, cetak biru yang diluncurkan OJK dirancang sebagai arah dan panduan bagi seluruh pemangku kepentingan. Di dalamnya mencakup visi pengembangan, penguatan kelembagaan, pengembangan produk, inovasi, hingga pemanfaatan teknologi.

“Harapan kita, industri ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin maju. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran IIFS 2026 di Makassar membuka ruang bagi Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperkuat koneksi dengan industri halal nasional dan internasional. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan forum dan cetak biru tersebut menjadi akses pembiayaan, peningkatan kapasitas UMKM, serta perluasan pasar bagi produk unggulan daerah.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro02 November 2026 18:32
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah, PELITA Diluncurkan di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu upaya mempe...
Metro02 November 2026 16:25
Disperkim Makassar Targetkan 419 Rumah Rampung, Jadi Kado HUT ke-419 untuk Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasil...
Politik02 November 2026 16:01
Golkar Sulsel Bergerak hingga Akhir 2026, IAS Bidik 22 Kursi di DPRD Provinsi
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebulan terakhir, perhatian publik politik di Sulawesi Selatan tertuju pada Partai Golkar.  Partai berlambang pohon beringin...
Politik02 November 2026 16:00
Patarai Amir Kembali Pimpin Golkar Maros Secara Aklamasi, Menatap Konsolidasi Kekuatan Menuju Pemilu 2029
MAROS, Trotoar.id  — musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten maros menetapkan Patarai Amir sebagai Ketua DPD Golkar Maros periode 2026-2030 Patar...