Pendapatan RS Haji 108 Persen dari Target

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 18 Februari 2020 14:27

Pendapatan RS Haji 108 Persen dari Target

TROTOAR. ID, MAKASSAR, – Sejak tahun 2016 silam RS Haji Makassar memiliki target pendapatan mencapai Rp 37,000,000,000 miliar sementara yang terealisasi hanya Rp 32,458,267,216 miliar atau setara 87,73 persen, 2017 target meningkat menjadi Rp 38,542,879,839 miliar dan hanya mampu direalisasikan Rp 30,136,615,889 atau setara 78,19 persen, bila dibandingkan antara 2016 dengan 2017 mengalami penurunan tingkat realisasi pendapatan.

Namun, perubahan secara drastis terjadi pada tahun 2018 dan 2019 yang diawali dengan dipimpin seorang Direktur RSUD Haji Makassar yang bernama Haris Nawawi mampu mencapai target bahkan melampaui target.

2018 RSUD Haji Makassar menargetkan pendapatan Rp 39,100,580,000 miliar sedangkan terealisasi hanya Rp 30,076,449,610 miliar atau setara 76,92 persen, sementara 2019 target pendapatan Rp 39,300,000,000 miliar dan sangat fantastis terealisasi melampaui target yakni Rp 42,638,025,724 atau setara dengan 108,49 persen.

Direktur RSUD Haji Makassar, drg. Haris Nawawi menjelaskan, peningkatan pendapatan ini ditunjang oleh kinerja maksimal dari semua komponen layanan di rumah sakit di selatan Kota Makassar ini.

Baca Juga  Adnan Siap Tempatkan TPA Regional Mamminasata di Wilayahnya

Dokter ahli yang selama ini mencari tugas tambahan di rumah sakit lain, kembali kerja maksimal melayani pasien di rumah sakit tempat tugas pokok mereka di RSUD Haji Makassar.

“Saya mengajak teman-teman dokter, perawat, bidan, dan semua yang kerja termasuk tukang sapu dan tukang parkir untuk meningkatkan pelayanan dan melayani pasien dengan maksimal. Saya diskusi dan memberi kewenangan sesuai tugas pokok masing-masing. Kami kerja di rumah sendiri. Menjaga rumah sendiri. Kembali ke jatidiri dan tugas mulia rumah sakit,” jelas Haris Nawawi.

Hasilnya, pasien meningkat dan pendapatan meningkat. “Alhamdulillah saya sudah untung dan bisa mandiri. Jasa dokter saya naikkan sebagai imbalan kerja keras dengan layanan penuh hati terhadap pasien. Dua tahun terakhir RS Haji tidak menunggu pencairan BPJS,” jelasnya.

Sementara, Ketua Akreditasi RSUD Haji Makasar, Drg. Wahida M.Kes mengaku, dari segi jumlah pasien sendiri sudah meningkat secara signifikan sejak akhir tahun 2019 lalu. Dimana setiap harinya pasien mencapai 180 sampai 216 orang pasien.

Baca Juga  THM Ini Buka Meski PPKM Level IV Makassar, Dewan hingga AUHM Minta Ditutup dan Disanksi Tegas!

Perubahan peningkatan jumlah pasien dipengaruhi beberapa faktor, yakin kecepatan pelayanan, kenyamanan pelayanan, tersedianya alat penunjang, tersedia setiap saat tenaga dokter dan yang paling penting sekali kemasan makanan untuk pasien layaknya makanan catering.

Yang tidak kalah penting lagi kata Wahida, upaya Direktur RSUD Haji Makassar untuk mengajak seluruh dokter PNS yang ada di RSUD Haji Makassar untuk tidak bertugas di RS lain disaat jam kerja, nampaknya membuahkan hasil untuk rumah sakit Pemprov Sulsel itu.

“Ini adalah upaya Pak Direktur RSUD Haji Makassar untuk mengembalikan dokter dijalan yang benar,” kata Wahida, saat ditemui, di Ruang kerjanya, RSUD Haji Makassar, Jumat 14 Februari 2020.

Keluarga pasien asal Gowa, Fuad mengaku, sudah sering menjadikan RSUD Haji Makassar sebagai rumah sakit langganan setiap mendapatkan musibah atau sakit.

Baca Juga  Komunikasi Langsung Dirut Pertamina, Ini Langkah Cepat dan Terukur Gubernur Sulsel Atasi Antrean BBM

Meskipun ada RS terdekat dari rumahnya di Gowa, namun tetap memilih RSUD Haji Makassar sebagai tempat berobat untuk keluarga maupun dirinya.

“Selama sudah lima hari ini saya merasa enak sekali. Saya dilayani dengan baik, karena saya sudah sering masuk disini,” katanya.

Alasan lain memilih RSUD Haji Makassar tentunya dari segi fasilitas dan pelayanan baik dokter maupun perawatnya. “Saya sudah saling kenal semua dengan petugasnya baik-baik dan ramah,” lanjutnya.

Selain dari segi pelayanan dan fasilitas penyediaan serta pemilihan buah-buahan bagi pasien cukup bervariatif. Mulai dari, Apel, Pisang, Pepaya, Buah Pir, buah naga maupun jus buah fita dan jus kacang ijo.

“Intinya kami sekeluarga sering langganan disini, karena lingkungan, tempat yang strategis, dan dokter stan by di rumah sakit sampai sore,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah04 November 2026 20:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...
Metro04 November 2026 15:41
Kader Nantikan Rahman Bando Pimpin Golkar Enrekang, Dinilai Bisa Jadi Figur Pemersatu
ENREKANG, Trotoar.id — Peta politik internal Partai Golkar Kabupaten Enrekang memasuki babak baru. Penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Enreka...
Metro04 November 2026 15:11
Perhatian untuk Anak Yatim, Gubernur Andi Sudirman Buka Beasiswa SD hingga SMA, Pendaftaran Dimulai 3 November
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali memperluas akses pendidikan melalui Program Beasiswa Yatim dan/atau Piatu Tahun ...
Nasional04 November 2026 04:06
Geger Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka
JAKARTA, Trotoar.id — Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian mengguncang internal Mabes Polri. Tiga perwira tingg...