TROTOAR.ID, MAKASSAR — Komisi D Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar pertemuan dengan dinas kesehatan Dinas Pendidikan Dirut RSUD Daya, dan PD Pasar Makassar raya dalam hal membahas upaya pemerintah kota melakukan Pemeriksaan Rapid Test Massal di Kota Makassar, Jumat (12/06/2020)
Pertemuan yang di gelar di ruang di ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Makassar.juga dihadiri sejumlah penggiat kesehatan diantaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar serta Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI)
Ketua Komisi D Abdul Wahab Tahir mengungkapkan jika virus corona merupakan sesuatu yang cukup membahayakan kehidupan masyarakat apalagi dalam setiap harinya terjadi kasus baru hingga peningkatan terjadi cukup signifikan sejak bulan Mei sampai Juni 2020.
Baca Juga :
“Kami sepakat bahwa rapid test dilakukan secara terus menerus, dan kami akan mengedukasikan masyarakat tentang rapid test massal yang akan dilakukan Pemerintah Kota Makassar khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan, dan bahaya dari virus corona.” jelasnya
Hingga disampaikan jika DPRD bersama dengan pihak terkait dan masyarakat akan mencoba memberi pemahaman kepada khalayak luas mengenai peran pemerintah dalam menekan angka penularan wabah virus corona
“Kita akan terus mengajak masyarakat untuk bisa memahami dilakukannya rapid test , sehingga masyarakat ingin membuka diri, sebagai upaya menekan angka penularan virus tersebut,” Tambahnya
Sementara itu, Anggota PERSI Prof Mansyur mengaku, Rapid Test merupakan upaya pemerintah pola pendataan pemerintah dalam memetakan angka penularan virus corona pasca berakhirnya PSBB di kota Makassar.
“Rapid test merupakan data yang digunakan sebagai penjaringan terpaparnya virus tersebut, dan bukan sebagai diagnosis.” Ulasnya
Hingga DPRD Makassar berharap berharap kiranya dengan anggaran yang disediakan, BPBD bisa memasok alat-alat yang dibutuhkan PD. Pasar dalam rangka memutus dan mencegah penyebaran Covid-19 di pasar tradisiona. (Rin)




Komentar