TROTOAR.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berduka atas kekerasan dan pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) Dia menyebut sebagai tragedi kemanusiaan.
“Saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban ini adalah tragedi kemanusiaan,” ucapnya dalam jumpa pers secara virtual, Senin (30/11/2020).
Menurut Jokowi, pemerintah akan memberikan santunan kepada mereka yang ditinggalkan. “Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas,” imbuhnya.
Baca Juga :
Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (IT). Dugaan kuat adalah komplotan Ali Kalora, pada Jumat pagi (27/11/2020) sekitar pukul 09.00 WITA.
Satgas Tinombala TNI-Polri melakukan perburuan terhadap kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora pasca-pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah.
Di tengah kesibukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin bangsa melawan wabah virus corona baru (Covid-19), kabar duka datang dari kampung halamannya di Solo. Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, wafat di Solo, Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2020), pukul 16.45 WIB.
Keempat korban yang dibunuh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi.
(iNews)



Komentar