POSO—Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol Rudy Sufahriadi meminta kepada para DPO yang merupakan pasukan teroris Ali Kalora.
Kapolda kembali menegaskan agar sisa DPO saat ini bisa menyerahkan diri secara baik-baik.
“Sejak Ali Kalora tertembak, saya selalu mengimbau kalau bisa menyerahkan diri (sisa DPO),” kata Rudy
Baca Juga :
- Jusuf Kalla Sebut Jika Ada Penceramah di Masjid yang Memberontak Pada Negara Silahkan Tangkap
- Buronan Terduga Teroris yang Ditangkap di Pinrang Ternyata Kelahiran 1999, Diduga Bagian dari JAD–Bom Gereja
- Polisi Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Pinrang Menyamar Kadang sebagai Penjual Siomay dan Es Cendol
Hal ini diterangkan usai Satgas Madago Raya menembak mati satu DPO Teroris Poso atas nama Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, pada Selasa (4/1/2022) pagi.
Dia ditembak di area perkebunan Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, DPO tewas itu diperkirakan tidak sendirian saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Seharusnya berdua, karena mereka tidak pernah sendiri biasanya, harusnya berdua dan tertembak satu,” kata Irjen Pol Rudy Sufahriadi melalui konferensi pers di Polres Parimo.
Selain itu, di tempat kejadian, personel juga berhasil menyita sejumlah barang bukti untuk diamankan. [Alt]



Komentar