TROTOAR.id, Makassar—Ketua Komis D DPRD Makassar Wahab Tahir menyebut kasus dugaan pungutan liar atau pungli dalam pengurusan kenaikan pangkat di tubuh Dinas Pendidikan Kota Makassar memang “Seksi”.
Sehingga semua pihak terkait bakal dipanggil oleh DPRD. “Dalam minggu ini juga kita akan mengundang semua, K3S, kepala sekolah termasuk orang yang pernah mengurus yang berhubungan dengan pengurusan kenaikan pangkat, kemudian yang menguruskan syarat formal untuk kemudian terjadi transaksi seperti itu (transaksi pembuatan karya ilmiyah),” ungkap Wahab Tahir, Kamis (20/5/2021).
Wahab mengungkapkan, ada guru yang melakukan transaksi dengan oknum pelaku pungli, agar dokumen persyaratan kenaikan pangkat berupa karya ilmiah miliknya diterima oleh tim penguji di Disdik.
Baca Juga :
“Ada yang karya ilmiahnya tidak lolos kemudian bikin lagi. Kemudian mencari jalan lain, mekanisme lain dengan dibuatkan karya ilmiah dan segala macamnya konsekuensinya setor uang Rp2 juta,” ungkap Wahab.
“Dari hitungan data yang masuk di Dinas Pendidikan setiap tahunnya ada 100 sampai 200 orang yang mengurus kenaikan pangkat kalau Rp2 juta kali 200, Rp4 miliar,” sambungnya.
Wahab mengatakan, ada dua nama di Dinas Pendidikan yang disebut melakukan transaksi tawar menawar pembuatan karya ilmiah.
“Ada dua nama yang disebut itu bertindak atas nama pejabat di Disdik itu menjudge semua karya ilmiah dan langsung dilakukan tawar menawar,” sebutnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Irwan Djafar mengatakan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini untuk mengetahui dalang dari semua masalah yang ada di Disdik.
“Memang akhir-akhir ini Dinas Pendidikan ini menjadi seksi, kita akan memanggil pihak-pihak terkait,” tandasnya. (Alam)



Komentar