Trotoar.id, Makassar — Langkah Pelaksana Tugas Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bulukumba untuk menjadi kontestan pada Musim Golkar Akan datang mendapat penolakan dari sejumlah bakal calon yang akan maju.
Bahkan ada lima kandidat dari enam yang telah mendaftarkan diri menolak keikutsertaan Nirwan untuk menjadi kontestan pada musda ke X Golkar Kabupaten Bulukumba
Kelima kandidat calon ketua tersebut mendeklarasikan diri menolak keikutsertaan Nirwan dalam Musda, kelimanya yakni Hamzah Pangki, Abdul Tahlip, Sukri Sappewali, Nasir Taba, dan Irwan Nasir
Baca Juga :
Hamzah Pangki menilai, Nirwan harus menentukan pilihan menjadi kandidat atau menjadi Plt ketua DPD II, sebab itu akan mencederai proses demokratis yang akan mencederai proses musfa.
“Kita meminta kepada beliau apakah mau jadinkandidat tauan Plt Ketua Golkar Bulukumba, sebab jika masih dua-duanya jelas akan mencederai proses musda, ” Katanya
Dia juga mengatakan jika Nirwan Masih tetap sebagai Plt Ketua dan juga kandidat akan menimbulkan intrik politik yang bisa saja Plt melakukan intervensi kepada pemilik suara.
Termasuk mempertanyakan soal pergantian 10 Pincam Jepang musda yang sudah tegas dalam PO 02 tahun 2020 melarang pergantian Pincam enam bulan sebelum pelaksanaan Musda digelar
“Kami mau musda Golkar Bulukumba berjalan dengan suportif, tanpa intimidasi dan intervensi, sehingga dia berharap kedewasaan politik Nirwan untuk memiliki, jadi kandidat atau Plt ketua, termasuk landasan dan dasar apa sehingga dia menganti 10 pincam, ” Jelasnya
Dia mengatakan biak kader Golkar tidak ingin lagi menghabiskan energi, termasuk dengan ingin fokus konsolidasi mengawal apa yang menjadi keputusan partai 2024 mendatang.
“Kami tidak ingin ada konflik lagi di internal, kami ingin fokus mengawal apa yang menjadi keputusan partai, jadi kami harap Nirwan legowo memilih salah satunya, ” Katanya




Komentar