Mari Bijak Berpendapat di Media Sosial

Suriadi
Suriadi

Senin, 02 Agustus 2021 09:07

Mari Bijak Berpendapat di Media Sosial

Trotor.id, Makassar — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 2 Agustus 2021 di Gowa, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Program kali ini menghadirkan 758 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, Muhammad Rhesa; jurnalis sekaligus pengajar penulisan kreatif dan pendiri BandungBergerak.id, Tri Joko Her Riadi; presenter TV, Anastasya Lensun; serta kreator konten, Laode Ridwan Arisandy. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Daniel Hery selaku penyiar radio dan TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Muhammad Rhesa yang membawakan tema “Memacu Skill Online Learning”. Dalam paparannya, Rhesa menguraikan perbedaan e-learning dengan sistem belajar konvensional, tantangan dan dampak e-learning, serta skill e-learning yang meliputi digital literasi, independensi, kreatif, dan berpikir kritis. “E-learning mempunyai empat ciri, yaitu personal, aktif, terkoneksi, dan terstruktur,” kata Rhesa.

Baca Juga  Sobat Muda Luwu Utara, Ayo Ikuti Lomba Video Kreatif Cegah Stunting

Berikutnya, Tri Joko Her Riadi menyampaikan materi berjudul “Memahami Batas: Sebuah Diskusi tentang Kebebasan Berpendapat dan Ujaran Kebencian”. Joko menekankan bahwa setiap orang berhak beropini dan memiliki kebebasan berekspresi. Namun demikian, hak dan kebebasan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Dalam konteks digital, ada UU ITE. “Pembatasan ini untuk melindungi hak dan reputasi orang lain, serta keamanan nasional,” terang Joko.

Sebagai pemateri ketiga, Anastasya Lensun membawakan tema “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Anastasya menjelaskan tentang kebebasan berekspresi, payung hukum yang melindungi kebebasan berekspresi, dan konteksnya dalam perkembangan dunia digital. Ia juga menyampaikan tentang cara benar membatasi kebebasan berekspresi dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendukung kebebasan berekspresi. “Dari lingkungan terkecil, gunakan bahasa yang santun, kedepankan etika, dan pahami batasan berekspresi di dunia digital,” pungkasnya.

Baca Juga  Siswa MTs Al Markaz Al Islamy Raih Juara Pertama Lomba Dai Tingkat Penggalang se-Sulsel, Bupati ASA: Alhamdulillah

Pemateri terakhir, Laode Ridwan Arisandy, menyampaikan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia menjelaskan tentang jejak digital, jenis, karakteristik jejak digital, serta risikonya bagi pengguna internet. “Jejak digital di internet tidak akan terhapus, kecuali jika kita mengambil keputusan untuk menghapusnya sendiri di internet. Tips menghapus jejak digital, antara lain hapus semua akun di internet, hapus akun email, dan gunakan Google support,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar, Esther Evaline, bertanya tentang bagaimana cara memberikan pendapat yang baik dan tidak melanggar hukum di Indonesia. Tri Joko Her Riadi mengatakan bahwa ada dua hal pokok dalam berpendapat di media sosial, yaitu konten dan cara menyampaikan. Menurut dia, gagasan yang disampaikan harus memiliki bukti, data, dan argumen yang jelas. “Hindari bahasan terkait SARA dan identitas. Kalau mau mengkritik, fokuslah ke kinerja, jangan orangnya. Terkait cara menyampaikan, media sosial memiliki panduan masing-masing, sehingga kita harus rajin memeriksanya,” terang dia.

Baca Juga  BSSN dan Pemda Luwu Perpanjang Kerjasama Pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...
Metro02 November 2026 18:32
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah, PELITA Diluncurkan di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu upaya mempe...
Metro02 November 2026 16:29
Sulsel Jadi Tuan Rumah IIFS 2026, Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan mendapat momentum strategis untuk memperluas peran dalam industri halal global. Menjadi tuan rumah Indonesia...
Metro02 November 2026 16:25
Disperkim Makassar Targetkan 419 Rumah Rampung, Jadi Kado HUT ke-419 untuk Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasil...