Kantornya Disegel dan Diminta Turun Dari Jabatan, Plt Lurah Rappokalling: Masa Saya Bilang Janda Kalau Tak Pernah Nikah

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 16 September 2021 19:26

Saat warga menyegel kantor lurah Rappokalling, Tallo, Makassar, Rabu (15/9). / Tangkapan Layar.
Saat warga menyegel kantor lurah Rappokalling, Tallo, Makassar, Rabu (15/9). / Tangkapan Layar.

MAKASSAR – Plt Lurah Rappokalling, Muhammad Hatta akhirnya angkat bicara usai diprotes oleh warga atas pelayanannya.

Bahkan warga memasang spanduk di depan kantor lurah dan meminta lurah tersebut diturunkan.

Hatta mengaku tidak tahu menahu atas permasalahan yang dituntut oleh warganya yang berujung pada tuntutan untuk ia dilengserkan.

“Permasalahan ini saya tidak tahu. Tadi pagi kan saya di kantor. Setelah itu saya tanya staf untuk pelayanan, saya tekankan saya akan ke hotel mewakili ibu camat. Tiba di hotel langsung di telpon ada seperti ini. Saya bilang iya. Jangan lakukan apa-apa,” katanya, Rabu, (15/9/2021).

Ia meminta stafnya untuk mendengarkan tuntutan warga karena sulit kata dia untuk berargumen kalau permasalahan nya saja tidak diketahui.

“Terus saya kasih tahu mereka tolong kasih info saya apa-apa di situ yang menjadi tuntutan. Tapi ternyata setelah muncul ada videonya, ternyata yang pelayanan umum,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima trotoar.id, Kamis (16/9).

Baca Juga  Breaking News: Demonstran Kembali Blokade Alauddin Makassar Tolak UU Cilaka

Ia juga mengaku tidak tahu persis pelayanan apa yang dimaksud warga, karena warga tidak secara spesifik menyampaikan.

“Tidak jelas di situ pelayanan apa. Apakah ada taruhlah spesifikasinya surat apa, saya tidak bisa layani dengan berbagai alasan. Itukan tidak ada spesifiknya. Dia bilang saja tidak ada pelayanan di sini,” utaranya

“Masa tidak ada layanan. Padahal setahu saya selama ini biasa saja seperti kemarin. Hanya memang butuh sedikit waktu karena saya terus terang sampai lima enam kali bolak-balik kecamatan-kelurahan,” sambung dia.

Bahkan, kata Hatta, sejak masuk di Rappokalling yang paling ia tekankan adalah memperbaiki pelayanan ke warga.

“Kalau ada yang emergency (darurat), bawahan masih bisa tandatangan atas nama saya, tapi laporkan kepada saya supaya saya tahu. Tapi kalau hal-hal yang sensitif jangan coba-coba karena membutuhkan dokumen-dokumen lainnya. Perlu penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Ia mengambil contoh surat keterangan bahwa dia janda, maka harus melengkapi dokumen berupa surat nikah dan surat cerai.

Baca Juga  Usman Marham Kembali Tegaskan Tidak Libatkan Istri Dalam Pemerintahan

“Masa saya bilang janda kalau tak pernah nikah. Setelah nikah mana surat ceraimu baru dibilang janda. Ini contoh terkecil. Itulah persyaratan yang harus dipenuhi. Namun fakta di lapangan kita tahu 1000 macam tujuan masyarakat itu memang harus dilayani. Tapi apakah kita bisa memuaskan semua belum tentu karena kepentingan-kepentingan itu yang tidak bisa terpenuhi secara administratif,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, SDM di kelurahan Rappokalling memang sedikit. Bahkan pejabat struktural kata dia ada lima seharusnya, tapi saat ini cuman ada dua.

Apalagi kata dia jabatannya saat ini merangkap di kecamatan. Jadi biasanya dia absensi pagi di kecamatan baru kemudian ke kantor lurah.

“15 ribu penduduk Rappokalling sesuai data BPS. Itu kategori dia kelurahan yang aktif. Pelayanan tidak pernah kosong. Jadi pada saat pagi kesitu tentu tidak bisa saya keluar sebelum jam istirahat. Kecuali ada perintah khusus,” tuturnya.

Baca Juga  Grand Final Duta Wisata Makassar, Ini Pesan Indira Jusuf Ismail 

Sampai di kecamatan pun biasa kata dia ada yang tiba-tiba menelpon. Sehingga ketika malam ia pulang, Hatta selalu singgah di Kantor Lurah mengecek berkas yang butuh ditandatangani.

“Saya kaget dengan keadaan seperti ini. Dimana ini barang. Objeknya dimana. Siapa juga subjeknya. Kalau bisa silahkan kita buka-bukaan,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Camat Tallo, Aulia Arsyad membenarkan hal tersebut.

Katanya, warga kurang puas dengan pelayanan kantor kelurahan yang dinilai lambat.

“Itu tadi warga kurang puas dengan pelayanan di Kelurahan, keluhannya mereka karena pelayanan lambat. Mungkin karena tadi puncaknya makanya ada tindakan begitu,” katanya

Sekadar diketahui, dalam beberapa gambar yang beredar, terlihat di pagar kantor lurah terbentang spanduk bertuliskan ‘Turunkan Pak Lurah, Warga Tidak Senang Atas Pelayanannya’ dan ‘Usir Pak Lurah, Warga Rappokalling tidak senang, Good Bye Lurah’. (Alf/Bsr)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...
Metro04 November 2026 17:31
419 Anak Disiapkan Ikuti Sunatan Massal Gratis, Dinkes Makassar Jadikan HUT Kota Momentum Berbagi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bertambahnya usia Kota Makassar menjadi 419 tahun tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan hiburan. Pemerintah Kota Makassa...
Metro04 November 2026 16:27
Penataan Peternakan Panaikang, Appi Cari Jalan Tengah: Relokasi Disiapkan, Modal Usaha Difasilitasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Penataan kawasan permukiman tidak boleh berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat. Prinsip itu menjadi pendekatan y...
Daerah04 November 2026 15:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...