Pemda Lutra

Inovasi ‘Peka Desa Bergulir’ Dinas PMD, Bangkitkan Geliat Ekonomi Desa*

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 31 Januari 2022 21:54

Inovasi ‘Peka Desa Bergulir’ Dinas PMD, Bangkitkan Geliat Ekonomi Desa*

Trotoar.id, Luwu Utara —  Satu lagi inovasi hadir di Kabupaten Luwu Utara dalam rangka membangkitkan geliat perekonomian di tengah situasi pandemi COVID-19, khususnya di wilayah perdesaan. 

Geliat ekonomi begitu terasa di sembilan wilayah kawasan perdesaan yang menjadi sasaran dari inovasi milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) ini.

Adalah inovasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Bergulir dari Hulu, Hilir dan Perkotaan atau inovasi Peka Desa Bergulir

Inovasi ini adalah inovasi pelayanan publik di bidang Pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan dalam upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam wilayah kawasan perdesaan.

Inovasi Peka Desa Bergulir saat ini menyasar sembilan desa di dua kecamatan, yaitu lima desa di Kecamatan Sabbang, dan empat desa di Kecamatan Rongkong. 

Lima desa di Sabbang masing-masing Salama, Tandung, Malimbu, Tulak Tallu, dan Pararra. Sementara empat desa di Rongkong, masing-masing Kanandede, Komba, Pengkendekan, dan Minanga.

Baca Juga  Seko Siap Jadi Role Model Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Luwu Utara

Sembilan desa ini masuk ke dalam Kawasan Perdesaan Daerah Tangkapan Air (DTA) Sungai Rongkong. 

Innovator Peka Desa Bergulir, Alimuddin, mengatakan, pembangunan Kawasan Perdesaan DTA Sungai Rongkong mulai dilaksanakan pada 2018, yang dikuatkan dengan adanya dokumen rencana pembangunan kawasan perdesaan yang sudah disusun.

“Alhamdulillah, dokumen rencana pembangunan kawasan perdesaan telah kami susun. Di mana dalam dokumen ini, perangkat daerah terkait, memiliki tugas dan peran masing-masing dalam mewujudkan desa sasaran menjadi desa maju dan mandiri,”jelas Alimuddin, Senin (31/1/2022), pada Revitalisasi Bumdes dan BKAD di Kantor Desa Malimbu, Sabbang.

Apa keunikan inovasi ini? Ia menyebutkan, salah satu keunikan inovasi ini adalah bahwa pembentukan kawasan perdesaan ini sama sekali tanpa intervensi dari Kementerian Desa, 

Baca Juga  Usai Hadirkan Benih Padi Andalan, Pemprov Sulsel Dorong Mandiri Benih Jagung

Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

“Tidak ada intervensi dari Kemendes. Ini murni inisiatif dari Pemda Kabupaten Luwu Utara,” ungkapnya.

Keunikan lainnya, kata dia, dibentuknya beberapa kelembagaan seperti Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) serta Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) melalui Musyawarah Antar Desa atau MAD. 

“MAD ini merupakan metode baru dalam perencanaan pembangunan kawasan perdesaan, dan juga yang pertama terbentuk di Luwu Utara,” beber Alimuddin.

Sementara itu, Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Sabbang, Erniyati, membeberkan sebuah fakta menarik bahwa dengan adanya inovasi Peka Desa Bergulir, perekonomian di wilayah Kawasan Perdesaan DTA Sungai Rongkong kini mulai bergeliat, yang berdampak pada peningkatan indeks desa membangun.

Ini terlihat pada capaian indeks desa membangun dari beberapa desa yang terlibat dalam inovasi ini, khususnya di wilayah kecamatan Sabbang dan Rongkong. Hampir sebagian besar desa kini bertransformasi dari desa yang tertinggal menjadi desa yang berkembang. Bahkan kata dia, ada beberapa desa sudah menuju desa maju dan mandiri

Baca Juga  Membanggakan, PATBM Selesaikan 209 Kasus Pemenuhan Hak Anak di Luwu Utara

“Adanya inovasi ini rupanya juga mampu menjadi wadah pendorong bagi perkembangan pembangunan di desa, utamanya dalam capaian indeks desa membangun,” terangnya. Erniyati mengatakan, inovasi Peka Desa Bergulir ke depan akan menjadi payung bagi terbentuknya lembaga-lembaga perekonomian di desa, seperti BKAD dan Bumdes. 

“Kita harap ini menjadi payung ekonomi untuk desa dan membangkitkan geliat ekonomi desa,” imbuhnya. 

Sekaligus ini juga menjadi payung ekonomi yang nantinya akan mengangkat derajat kehidupan masyarakat desa, sehingga apa yang menjadi harapan dari Undang-Undang Desa dapat tercapai,” pungkas wanita yang akrab disapa Erni ini. (LH)

Penulis : Saras

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah08 November 2026 17:47
HKN ke-62, Pemkab Barru Perkuat Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan ma...
Metro08 November 2026 17:44
HUT ke-419 Makassar, Appi-Aliyah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Festival Pangan dan Pasar Murah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota ...
Metro08 November 2026 12:41
HUT ke-419 Makassar Digelar Sederhana, Pemkot Kedepankan Khidmat dan Aksi Sosial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memilih mengemas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar secara sederhana. Namun, kon...
Metro08 November 2026 11:52
Libatkan 25 NGO, DP3A Makassar Kampanyekan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Upaya melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa...