DPRD Makassar

Beri Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Rudianto Lallo: Alumni Sospol Harus Tampil di Pentas Politik

Suriadi
Suriadi

Senin, 10 Oktober 2022 15:55

Beri Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Rudianto Lallo: Alumni Sospol Harus Tampil di Pentas Politik

Trotoar.ir, Makassar– Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo memberikan kuliah umum kepada puluhan mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin Makassar. 

Tema kuliah umum yang disampaikan “Peran Generasi Milenial dalam Mewujudkan Politik yang Cerdas”, Senin 10/10/2022, di Kampus Unhas Makassar.

Kegiatan yang dilakukan oleh Bem Fisip UNHAS bekerjasama dengan UKM Prisma itu merupakan program rutin dengan menghadirkan tokoh politik untuk mendorong Mahasiswa tidak hanya menerima teori, tapi juga didorong mengetahui prakteknya. 

Dalam kesempatan ini, Politisi NasDem itu mengajak kepada seluruh Mahasiswa Fisip Unhas turut serta dalam memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar tidak anti  politik. 

Tidak memilih diam ataupun golongan putih (golput) saat pemilihan dilaksanakan baik legislatif atau eksekutif. 

“Tema Peran Generasi Milenial dalam Mewujudkan Politik yang Cerdas ini sangat bagus. Saat ini masih banyak masyarakat disekeliling kita anti politik, tidak ingin menyalurkan hak suaranya karena dianggapnya tak berpengaruh terhadapan kehidupannya,”kata Rudianto Lallo.

Baca Juga  Cegah Penyimpangan, Danny Pomanto Minta Kejari Kawal Proyek Strategis Pemkot Makassar 2023

Olehnya itu Rudianto Lallo mendorong Mahasiswa mengedukasi, menyadarkan mereka agar jangan disaat terdapat kebijakan pemerintah yang dianggap menyengsarakan rakyat,  memberatkan, barulah bersuara, padahal seyogyanga saat pemilihan berlangsung disitulah hak politik disalurkan memilih pemimpin yang benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat. 

“Rakyat terkadang kurang memahami, bahwa seluruh aspek dalam bernegara ditentukan dalam pokitik. Jangan disaat resah, harga bahan bakar minyak, sembako melambung tinggi baru diprotes, itu sudah terlambat,”paparnya. 

Anak Rakyat tagline Rudianto Lallo menantang seluruh mahasiswa agar tidak hanya hebat dalam memahami terori politik. Menurut dia, semua terori yang didaptakan tidak ada artinya jika tidak bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“paling tidak Mahasiswa menjadi contoh yang baik, menyalurkan hak pilihnya, dan mengajak sekiling untuk memilih pemimpin,”ujarnya. 

Legislator dua periode itu juga menyampaikan problematika politik uang yang menjadi budaya dan mengakar pada setiap pemilihan. Saat ini, masyarakat cenderung memilik kandidat yang memiliki materi alias uang dibandingkan prestasinya, atau jejak pengabdiannya dimasyarakat.

Baca Juga  Terpilih Aklamasi, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo Nakhoda Baru IKA Pesantren Guppi Samata Gowa

“ini yang miris, mau jadi Wali Kota, Gubernur, yang di pertanyakan ada ji kah uangnya. Bukan dimana pengabdian sebelumnya, apa prestasinya apa kebijakannya yang menguntungkan rakyat. Problem uang ini sangat mencederai proses demokrasi, Disinilah peran adek-adek mahasiswa Sospol unhas mengedukasi. Memilih pemimpin yang dapat mengawal aspirasi rakyat,”ujar Rudianto Lallo.

Tak hanya itu, Alumni Fakultas Hukum Unhas itu juga menyampaikan perkembangan politik uang di masyarakat khusus di Pileg. Pada 2014 disebut siri na pacce, dalam artian tanpa uang tetap dipilih. Hal itu berubah drastis di pileg 2019, yaitu sibi napacce artinya ada uang kamu dipilih. 

“Ini di 2024 mendatang pacemi punna sibi (Tidak bisa dipilih kalau cuma uang 100 ribu. Ini sangat membahayakan demokrasi, lagi-lagi mahasiswa harus mengedukasi masyarakat,” ajak Rudianto Lallo.

Baca Juga  Rudianto Lallo Kunjungi Masjid Ittifaqul Jamaah Bersama Sekretaris MUI Makassar

Ketua Dewan Pendidikan Makassar itu juga kawatir lembaga pemerintahan kedepannya diisi oleh yang tidak punya disiplin ilmu pemerintahan dan politik yang matang, karena dampak dari politik uang. 

Hal itu disebut dapat mengganggu stabilitas pemerintahan dan dapat mempengaruhi pendidikan. Sebab baik sebagai legislatif ataupun eksekutif diberikan amanah sebagai penyelenggara pemerintah.

“Mereka yang mengambil keputusan, jadi kalau keputusannya asal-asalan, maka semuanya bisa berdampak buruk, jadi jika adek-asek cuek, tidak mau terjun langsung ke dunia politik, siapa lagi yang mau diharapkan,”ucap Rudianto Lallo.

Sementara itu dekan Fisip Unhas, Dr Phil Sukri mengataka untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak boleh berdiri sendiri, harus disertai dengan adanya lembaga / instutusi yang berintegritas. 

 ” adanya pemilih cerdas tidak lepas dari integritasnya lembaga pemilu.  penyelenggara yang baik maka demokrasi yang kita nantikan, aman, adil, makmur terwujud,”ujarnya.

Penulis : DPRD

 Komentar

Berita Terbaru
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...
Metro06 November 2026 15:18
TPA Tamangapa Disiapkan Jadi Hutan Kota, Munafri dan Kapolda Sulsel Tanam 100 Tabebuya
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat upaya pemulihan lingkungan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Ant...