Trotoar.id, Makassar – Meski Pemilihan Gubernu dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2024 mendatang, rivalitas diinternal partai Golkar untuk merebut dukungan partaia beringin rindang tersebut cukup ketat
Bahkan Posisi sebagai ketua Sakilpun belum 100 persen berada di posisi Aman, hingga Taufan Pawe sebagai ketua DPD I Golkar Sulsel terancam untuk dapat mengendarai golkar bertarung pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, sebab dalam menentukan calon Gubernur, Golkar memiliki mekanisme tersendiri
Apalagi sejumlah nama kader Golkar santer disebut-sebut sebagai calon gubernur yang memiliki peluang menang ketimbang ketua Golkar Sulsel Saat ini, diantaranya, Ilham Arief Sirajuddin, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, Andi Fashar Padjalangi, dan Indah Putri Indriani.
Meski demikian posisi sebagai ketua DPD I merupakan modal awal yang dipegang Taufan Pawe, namun hal itu belum menjamin 100 persen dapat mengendarai PArtai Golkar dengan mulus
Sebab dalam menentukan pasangan calon yang akan diusung Golkar pada pilgub nantinya, Golkar mengacu pada Juklak nomor 3/DPP/GOLKAR/II/2020 Tentang Penetapan pasangan calon Gubernur /Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Dari Partai Golongan Karya.
Dalam Juklak ada mekanisme yang mengatur proses penjaringan sebelum nantinya golkar menentukan siapa jagoannya untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel tahun 2024 mendatang
Pasangan Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang akan diusung harus memiliki survei yang dapat meyakinkan pengurus DPP untuk merebut dukungan partai Golkar,
“DPD Partai GOLKAR Kabupaten/Kota menginventarisir nama-nama Bakal Calon Gubernur/Wakil Gubernur yang diusulkan oleh Badan dan Lembaga, Organisasi yang Mendirikan dan yang Didirikan Partai GOLKAR tingkat Kabupaten/Kota, Organisasi Sayap tingkat Kabupaten/Kota, Pimpinan Kecamatan, dan Pimpinan Desa/Kelurahan.” Bunyi pasal 43 juklak nomor 3.



Komentar