Pilgub Sulsel

Pengamat Desak KPU Coret Nama Hasrullah dari Panelis Debat Pilgub Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 10 November 2024 14:34

Pengamat Desak KPU Coret Nama Hasrullah dari Panelis Debat Pilgub Sulsel

Makassar, Trotoar.id— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan akan kembali menyelenggarakan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel periode 2025-2030 pada Minggu (10/11/2024).

Debat ini akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi dan berfokus pada isu-isu ekonomi, infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam.

Meski hampir seluruh persiapan telah rampung, penunjukan Dr. Hasrullah sebagai panelis dalam debat ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak.

Hasrullah, seorang pakar komunikasi publik yang mewakili kalangan akademisi, dianggap tidak netral karena kerap menunjukkan keberpihakan terhadap pasangan calon Ramdhan Pomanto dan Ashar Arsyad (DIA) dalam beberapa pernyataan publiknya.

Baca Juga  Memimpin Real Count, NH-Aziz Unggul di 14 Kabupaten/Kota

Rais Rahman, seorang aktivis anti-korupsi dan Ketua Gerakan Rakyat Anti-Korupsi Sulawesi Selatan (Gerak SulSel), menyatakan bahwa KPU perlu segera mengganti panelis untuk menjaga netralitas lembaga penyelenggara pemilu.

“Pak Hasrullah dikenal tendensius dan sering menyuarakan opini yang menyerang kandidat Andalan Hati. Memilihnya sebagai panelis tentu bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap KPU,” ungkap Rais saat ditemui di Makassar, Minggu (10/11/2024).

Rais mengkhawatirkan bahwa keterlibatan Hasrullah dalam debat kedua ini akan merusak kredibilitas KPU sebagai lembaga independen.

Baca Juga  Ini Harapan Masyarakat Lembang Bulian Massabu Terhadap Prof Andalan

“Kami mendesak KPU segera mencoret nama Hasrullah dari daftar panelis. Kecenderungan Hasrullah dalam mendukung salah satu kandidat jelas mengundang kecurigaan. Jika dibiarkan, ini akan mencoreng nama KPU sendiri,” tambahnya.

Selain Rais, Ahmad Akkas, tokoh dari Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI), turut menyuarakan keberatannya.

Menurutnya, KPU Sulsel perlu mempertimbangkan kembali pilihan panelis yang netral dan tidak berpihak.

“Banyak akademisi yang berintegritas dan netral di Sulawesi Selatan. Kenapa KPU harus memilih sosok yang sudah jelas memiliki kecenderungan mendukung salah satu kandidat?” kata Ahmad.

Ahmad Akkas juga menyayangkan bahwa permasalahan serupa telah terjadi pada debat pertama, ketika KPU Sulsel memilih Ema Husain sebagai panelis.

Baca Juga  Golkar Sulsel Diklaim Solid Jelang Musda, Arahkan Aklamasi

Menurut informasi yang diterima Ahmad, Ema diduga menunjukkan keberpihakan dalam sejumlah komentar di media sosial dan grup WhatsApp.

“Budaya ini tidak baik jika terus berlanjut. Panelis debat seharusnya dipilih berdasarkan rekam jejak yang netral dan tidak memihak,” tegasnya.

Kritik terhadap pemilihan panelis ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi KPU Sulsel agar bisa segera meninjau ulang komposisi panelis demi terciptanya debat publik yang netral dan berintegritas.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 15:18
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan dua ajang penghargaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makass...
Politik05 November 2026 15:05
Aktivis FRAKSI Sebut Isu Dasco Jadi Cawapres sebagai Pengalihan Isu, Minta Kasus Penyadapan Diusut Tuntas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Munculnya isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bakal menjadi calon wakil presiden menuai sorotan di tengah mencuatnya kas...
Metro05 November 2026 11:14
HUT ke-419 Makassar, Pasar Murah Tawarkan Paket Sembako Rp63 Ribu di Lima Kecamatan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program pasar murah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-...