Menteri Pertanian

Mentan Amran, Mahasiswa, dan Rektor PTN se-Indonesia Sepakat Wujudkan Swasembada Pangan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 25 Februari 2025 16:34

Mentan Amran, Mahasiswa, dan Rektor PTN se-Indonesia Sepakat Wujudkan Swasembada Pangan

JAKARTA, TROTOAR.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian dari berbagai universitas di Indonesia, serta para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat bahwa kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan sektor pertanian adalah kunci menuju kemandirian pangan nasional.

Dalam diskusi terbuka di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (25/2/2025), Mentan Amran memaparkan strategi besar pemerintah dalam membangun pertanian nasional.

Suasana diskusi terasa hidup, dipenuhi pertanyaan kritis dan gagasan segar dari mahasiswa.

Mahasiswa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, mengajukan pertanyaan tajam sekaligus menyampaikan harapan mereka.

Muhammad Tafiqul Siregar, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, menilai kepemimpinan Mentan Amran sebagai faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Beliau cukup tegas dan transparan. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Amran, pertanian Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan,” ujar Tafiqul.

Baca Juga  SYL Minta Kapolri Kawal Swasembada Beras Hingga Pendistribusian Pupuk Subsidi

Ia menekankan bahwa pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan pondasi bagi ketahanan bangsa.

Ia berharap kebijakan pertanian ke depan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian agar Indonesia tak lagi bergantung pada impor pangan.

Nursolihin, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, turut mengapresiasi ketegasan Mentan Amran dalam merespons permasalahan sektor pertanian.

“Beliau sangat tegas dalam menanggapi persoalan pertanian. Kami berharap kebijakan swasembada pangan benar-benar bisa menjadi solusi krisis pangan di Indonesia,” katanya.

Senada dengan itu, Gregori, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, NTT, menyoroti perlunya kebijakan yang berpihak pada petani di daerah terpencil.

“Sebagai anak NTT, saya berterima kasih karena aspirasi mahasiswa dan masyarakat bisa didengar serta diimplementasikan dalam kebijakan pertanian nasional,” ucap Gregori.

Baca Juga  Hadiri G20, KPK Batal Periksa Mentan SYL

Alwi Sofyan dari Institut Pertanian STIPER Yogyakarta juga menambahkan, ketahanan pangan harus mencakup distribusi dan akses pangan yang merata.

“Dengan program swasembada pangan, lahan-lahan pertanian dioptimalkan, pupuk didistribusikan langsung, dan berbagai langkah lain diambil. Harapan kami, Indonesia bisa mandiri dalam ketahanan pangan,” tegas Alwi.

Diskusi ini juga melibatkan para rektor dan ketua himpunan alumni universitas seluruh Indonesia yang tergabung dalam HIMPUNI (Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia).

Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, dan pemegang kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran sektor pendidikan dalam mencetak SDM unggul guna mendukung kemajuan sektor pangan.

“Industri pangan memerlukan SDM yang berkualitas. Melalui sinergi ini, kita dapat menghasilkan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di sektor pangan,” ujar Brian.

Baca Juga  Mentan Amran Sulaiman Dorong IKA Unhas Rancang Sekolah Internasional

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama erat antara Kementan dan Kemdikti Saintek diharapkan dapat mendorong Indonesia mencapai swasembada pangan dan menjadi negara mandiri di sektor pangan, sejajar dengan negara-negara maju.

Mentan Amran menyambut positif dukungan dari mahasiswa dan akademisi. Menurutnya, semangat generasi muda yang dipadukan dengan kebijakan pemerintah akan mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan.

“Kita semua memiliki peran penting. Dengan sinergi ini, saya optimistis Indonesia bisa swasembada pangan dan petani kita akan lebih sejahtera,” tegas Amran.

Diskusi di Kantor Kementerian Pertanian itu pun ditutup dengan keyakinan bersama: dengan kebijakan yang tepat, dukungan dari dunia pendidikan, dan komitmen seluruh elemen bangsa, pertanian Indonesia akan menjadi pilar utama ketahanan dan kedaulatan pangan di masa depan.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...
Metro04 November 2026 17:31
419 Anak Disiapkan Ikuti Sunatan Massal Gratis, Dinkes Makassar Jadikan HUT Kota Momentum Berbagi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bertambahnya usia Kota Makassar menjadi 419 tahun tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan hiburan. Pemerintah Kota Makassa...
Metro04 November 2026 16:27
Penataan Peternakan Panaikang, Appi Cari Jalan Tengah: Relokasi Disiapkan, Modal Usaha Difasilitasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Penataan kawasan permukiman tidak boleh berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat. Prinsip itu menjadi pendekatan y...
Daerah04 November 2026 15:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...