BARRU, Trotoar.id — Usia 51 tahun menjadi perjalanan panjang bagi Universitas Muhammadiyah Barru dalam mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Namun, bagi Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, perjalanan tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tanggung jawab untuk terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing.
Pesan itu disampaikan Abustan saat menghadiri peringatan Milad ke-51 Universitas Muhammadiyah Barru sekaligus pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Barru periode 2026–2031 di Aula K.H. Ahmad Dahlan, Senin (2/11/2026).
Di hadapan civitas akademika, alumni, dan mahasiswa, Abustan mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan diri serta kebanggaan terhadap almamater.
Menurutnya, kualitas seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar perguruan tinggi tempat menempuh pendidikan, tetapi lebih pada kompetensi, karakter, kemampuan, dan karya nyata yang mampu dihasilkan.
“Jangan pernah merasa rendah diri dengan almamater sendiri. Di mana pun berada, kita harus bangga mengatakan bahwa kita adalah bagian dari Universitas Muhammadiyah Barru. Yang terpenting adalah bagaimana membuktikan kualitas diri melalui kompetensi dan karya nyata,” pesannya.
Ia juga menantang mahasiswa untuk tidak cepat berpuas diri dengan capaian akademik. Penguasaan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan kemampuan praktis, komunikasi, penguasaan teknologi, kreativitas, serta karakter yang kuat.
Abustan menekankan bahwa hard skill dan soft skill harus berjalan beriringan dengan etika serta nilai-nilai budaya yang menjadi identitas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan pernah berhenti belajar. Perbaiki hard skill, tingkatkan soft skill, dan bungkus dengan adat. Sebab, ilmu dan gelar akademik harus berjalan seiring dengan karakter, etika, serta nilai-nilai kehidupan,” ungkapnya.
Selain berbicara mengenai kualitas pendidikan, Abustan juga menyoroti pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dan organisasi alumni dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Ia memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru tengah mengarahkan pembangunan melalui visi Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat.
Salah satu tantangan yang harus dijawab adalah mengurangi kesenjangan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Barru.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi, untuk menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat menjawab persoalan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Universitas Muhammadiyah Barru memiliki ruang strategis untuk berkontribusi melalui pengembangan sumber daya manusia, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Abustan juga mengingatkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk pesatnya kemajuan teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ia menilai penguasaan teknologi harus dibarengi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, etika, dan karakter agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan inovasi.
Pada kesempatan yang sama, Abustan memberikan apresiasi atas pengukuhan Pengurus IKA Universitas Muhammadiyah Barru periode 2026–2031.
Ia berharap organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan kolaborasi yang mampu menghubungkan almamater dengan berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya, alumni Universitas Muhammadiyah Barru yang kini berkiprah di bidang pendidikan, pemerintahan, maupun sektor swasta memiliki potensi besar untuk dihimpun dan diarahkan bagi kemajuan daerah.
“Alumni harus menjadi kekuatan bersama. Mari membangun sinergi, saling mendukung, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. Kita ingin Universitas Muhammadiyah Barru terus melahirkan generasi unggul yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Peringatan Milad ke-51 Universitas Muhammadiyah Barru kali ini mengusung tema 51 Tahun Mengabdi, Bersinergi, dan Berinovasi untuk Mewujudkan Generasi Unggul dan Kampus Berkemajuan.
Tema tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan panjang institusi pendidikan harus diikuti dengan peningkatan kualitas akademik, inovasi, serta kontribusi yang semakin luas bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. KH. Ambo Asse, M.Ag., perwakilan LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Dr. Syaharuddin, S.T., M.M., Sekretaris Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Barru Dr. H.A. Amirullah Alam, M.Si., serta Rektor Universitas Muhammadiyah Barru Dr. A. Fiptar Abdi Alam, M.Si.
Hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Sinjai Prof. Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si., Rektor ITBA Barru Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, S.Ag., M.Pd., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Barru Drs. H. Ahmad Jamaluddin, M.M., unsur Forkopimda, pimpinan OPD, perwakilan perbankan, kepala sekolah, civitas akademika, serta mahasiswa.
Momentum Milad ke-51 dan pengukuhan pengurus IKA tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni peringatan usia institusi dan pergantian kepengurusan alumni.
Lebih dari itu, Universitas Muhammadiyah Barru diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia, sementara para alumninya mampu menerjemahkan kebanggaan terhadap almamater menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Barru.



Komentar