MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tidak hanya menjadi momentum perayaan dan kegiatan seremonial. Pemerintah Kota Makassar juga memanfaatkannya untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program yang menyentuh berbagai kelompok usia.
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), dua agenda sosial dan edukatif disiapkan, yakni Pemilihan Duta dan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Adujak GenRe) tingkat Kota Makassar 2026 serta wisuda sekitar 350 peserta Sekolah Lansia.
Kedua kegiatan tersebut dirancang untuk menjangkau dua kelompok generasi sekaligus. Kalangan remaja didorong menjadi generasi yang sehat, kreatif, dan memiliki perencanaan masa depan, sementara kelompok lanjut usia diberi ruang untuk terus belajar, bersosialisasi, dan mempertahankan produktivitas.
” Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota membangun kualitas sumber daya manusia lintas generasi, mulai dari kalangan remaja hingga kelompok lanjut usia,” ujar Andi Irwan Bangsawan, Selasa (3/11/2026).
Plt Asisten I Pemkot Makassar itu menjelaskan, agenda pertama berupa pemilihan Duta GenRe yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2026. Kegiatan ini melibatkan remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum GenRe Makassar.
Menurutnya, Adujak GenRe bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan wadah pengembangan kreativitas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pemahaman remaja tentang pentingnya merencanakan kehidupan sejak dini.
Melalui ajang tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya sekaligus agen edukasi yang menyampaikan informasi mengenai keluarga berencana dan pola hidup sehat.
“Ini merupakan lomba bagi remaja untuk menunjukkan bagaimana mereka memahami keluarga berencana, pola hidup sehat, serta bagaimana merencanakan kehidupan sejak dini,” jelasnya.
Salah satu materi penting dalam program GenRe adalah edukasi TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yang mencakup pencegahan pernikahan usia dini, seks pranikah, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Irwan menegaskan, remaja yang terpilih sebagai Duta GenRe nantinya tidak hanya membawa gelar atau penghargaan. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikan program GenRe dan mengedukasi remaja lainnya di berbagai wilayah Kota Makassar.
“Ketika mereka terpilih menjadi Duta GenRe, ada tanggung jawab untuk menyosialisasikan dan mengedukasi remaja lainnya tentang pentingnya generasi berencana,” tambahnya.
350 LANSIA DIWISUDA, SEKOLAH LANSIA JANGKAU 15 KECAMATAN
Selain menyiapkan generasi muda, DPPKB Makassar juga memberikan perhatian terhadap kelompok lanjut usia melalui program Sekolah Lansia.
Sekitar 350 peserta dijadwalkan mengikuti wisuda setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat para lansia yang tetap aktif menambah pengetahuan dan membangun interaksi sosial.
Sebelum dinyatakan lulus, peserta telah mengikuti 12 kali pertemuan dengan materi beragam, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kemampuan komunikasi, hingga kegiatan rekreasi dan wisata bersama.
“Setelah mengikuti 12 kali pertemuan di Sekolah Lansia, mereka dianggap bisa diwisuda. Istilahnya S1, bukan strata satu, tetapi standar satu,” ungkap Irwan.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada pemberian pengetahuan. Program tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kemandirian, memperluas hubungan sosial, serta menjaga agar kelompok lanjut usia tetap aktif dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, bertambahnya usia tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk beraktivitas maupun berkontribusi di lingkungan sekitarnya.
“Jadi, sebenarnya ini tentang bagaimana lansia bisa tetap berdaya, bukan justru terpinggirkan. Jangan sampai ketika seseorang sudah lanjut usia, kemudian dianggap tidak perlu lagi dilibatkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, program Sekolah Lansia di Makassar telah menjangkau sekitar 780 peserta yang tersebar di 15 kecamatan. Kegiatan pembelajaran memanfaatkan Balai Keluarga Berencana (KB) sebagai pusat aktivitas di masing-masing wilayah.
Persyaratan untuk mengikuti program ini relatif sederhana, yakni berusia minimal 60 tahun, berdomisili di wilayah setempat, serta memiliki kemauan untuk mengikuti seluruh tahapan pembelajaran.
Peserta yang berhasil menuntaskan proses pembelajaran akan memperoleh ijazah atau tanda kelulusan dari DPPKB Kota Makassar.
Irwan menyebutkan, wisuda Sekolah Lansia merupakan agenda rutin tahunan. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, DPPKB Makassar telah mewisuda sekitar 250 peserta.
Dengan peningkatan jumlah peserta wisuda menjadi sekitar 350 orang tahun ini, program tersebut diharapkan semakin memperluas kesempatan bagi lansia untuk memperoleh ruang belajar dan pengembangan diri.
Melalui Adujak GenRe dan wisuda Sekolah Lansia, Pemkot Makassar ingin memastikan pembangunan manusia tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia.
Remaja membutuhkan pendampingan dan edukasi untuk mempersiapkan masa depan, sementara lansia membutuhkan perhatian, kesempatan belajar, serta lingkungan yang mendukung mereka tetap berdaya.
Dua agenda dalam rangka HUT ke-419 Makassar ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hidup masyarakat di setiap tahapan usia. (*)



Komentar