Pileg 2019, Perempuan Dianggap Kurang Memenuhi Harapan Kuota 30%

Suriadi
Suriadi

Senin, 09 Juli 2018 20:36

Pileg 2019, Perempuan Dianggap Kurang Memenuhi Harapan Kuota 30%
TROTOAR.ID, MAKASSAR – Menjelang Pemilu 2019, isu keterwakilan perempuan di partai politik kembali menjadi topik perbincangan terkhusus pada kebijakan kuota 30 persen untuk perempuan calon anggota legislatif dari setiap partai politik.

Prokontra munculnya aturan Pemilu yang mewajibkan 30 persen perempuan membuat partai-partai kewalahan memenuhi, ditambah ketersediaan caleg perempuan yang sangat terbatas.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Dewan Pimpinan Wilayah NasDem Sulawesi Selatan, Tobo Khaeruddin, menilai keterwakilan 30 persen tersebut telah menjadi sebuah masalah yang hampir dialami semua partai politik.

Baca Juga  Sukses Bangun PLTB Sidrap, NH : RMS Layak Jadi Teladan

Menurutnya, partai politik mengalami kesulitan untuk memenuhi tuntutan itu, bukan karena tidak memiliki kader perempuan, akan tetapi lemahnya mental dari sosok seorang perempuan untuk bertekad masuk di parlemen.

“Secara mental, yang kita dapati perempuan banyak yang tidak siap untuk berpolitik menuju parlemen,” ujar Tobo.

Baca Juga  DPD Gerindra Kumpul Seluruh Calegny, Ini yang Dibahas

Dia menjelaskan, meski partai politik secara keseluruhan telah membuat pendidikan politik untuk setiap kader perempuannya, tetap saja kesulitan menciptakan mental politik adalah faktor utama yang didapati.

“Mental perempuan belum siap berpolitik, mereka tidak menyadari pentingnya peran perempuan di dalam parlemen, mereka tidak menyadari dengan permasalahan dari perempuan itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga  Kader Golkar Berpindah Partai, Abdillah: Di Golkar Gugur Satu Tumbuh Seribu

Tobo pun beranggapan, setiap partai politik harus menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini, bagaimana menumbuhkan kesadaran dan mental politik terhadap perempuan.

“Ini perlu kerja lebih, partai pokitik harus bisa menciptakan pendidikan gender dan politik disetiap tingkatan partai, mulai dari pusat sampai ke ranting, bahkan sampai ke dalam internal keluarga,” pungkasnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...