MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit.
Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan edukasi dan skrining deteksi dini penyakit tidak menular yang digelar Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Kamis (5/11/2026).
Menariknya, edukasi kesehatan tersebut tidak hanya disampaikan melalui pendekatan medis, tetapi juga pengalaman langsung Ketua Bidang IV TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Nurlina Subair, yang pernah berjuang melawan kanker.
Di hadapan para kader PKK dan Posyandu, Nurlina membagikan pengalamannya menjalani pengobatan kanker sebanyak dua kali, termasuk melewati 18 kali kemoterapi pada 2012.
Pengalaman tersebut menjadi pesan kuat bahwa keberanian melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini dapat menentukan peluang seseorang memperoleh penanganan yang tepat.
“Keberanian untuk melakukan pemeriksaan sejak awal sangat penting. Karena dengan pemeriksaan lebih dini, penyakit yang saya derita bisa diketahui saat masih berada pada stadium satu,” ungkap Nurlina.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengabaikan pemeriksaan kesehatan karena merasa tubuhnya baik-baik saja. Bahkan, sebagian orang memilih menghindari pemeriksaan karena takut mengetahui hasil diagnosis.
Padahal, sejumlah penyakit tidak menular justru berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.
Diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung merupakan ancaman kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Tanpa pemeriksaan berkala dan pengelolaan faktor risiko, penyakit tersebut dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi.
“Saat ini terjadi perubahan pola penyakit di tengah masyarakat. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada penyakit menular, kini penyakit tidak menular juga menjadi ancaman serius karena kerap berkembang tanpa disadari dan dapat berakibat fatal apabila tidak terdeteksi sejak dini,” jelasnya.
Nurlina juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai jenis kanker, terutama kanker yang banyak menyerang perempuan, seperti kanker serviks, ovarium, dan payudara. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan perhatian terhadap kanker kolon dan rektum.
Ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan harus menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari, bukan sekadar respons ketika penyakit mulai menyerang.
“Kita harus mulai peduli dan mampu mengelola kesehatan diri sendiri, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Sama halnya seperti pekerjaan dan keuangan yang kita kelola, kesehatan juga harus dikelola dengan baik dan konsisten,” pesannya.
Perkuat Peran Kader hingga Tingkat Kelurahan
Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar Tahun 2026 ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan penyakit.
Peserta terdiri atas Ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan, pengurus Pokja IV, serta kader PKK dan Posyandu.
Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Nurlina menegaskan bahwa kader memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan edukasi kesehatan.
Menurutnya, peningkatan pengetahuan kader menjadi penting agar informasi mengenai pola hidup sehat, faktor risiko penyakit, dan pentingnya pemeriksaan dini dapat menjangkau keluarga hingga lingkungan terkecil.
Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memahami dan menyosialisasikan upaya pencegahan penyakit tidak menular.
“Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu memahami pola hidup sehat, upaya pencegahan penyakit secara mandiri, serta mengenali faktor risiko dan gejala penyakit sejak dini,” ujarnya.
Untuk memperkuat materi edukasi, TP PKK Kota Makassar berkolaborasi dengan Program Studi Patologi Anatomi Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan menghadirkan sejumlah dokter sekaligus dosen sebagai pemateri.
Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para kader mengenai pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, serta langkah pencegahan berbagai penyakit tidak menular.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar mendorong agar edukasi kesehatan tidak berhenti di ruang auditorium. Pengetahuan yang diperoleh para kader diharapkan diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.
Sebab, membangun masyarakat yang sehat tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kesadaran setiap individu untuk menjaga tubuh, mengenali risiko penyakit, dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan.



Komentar