Benarkah Kehadiran TP2D Bikin Gaduh Pemerintahan di Sulsel?

Suriadi
Suriadi

Kamis, 22 November 2018 03:13

Ketua Fraksi Partai Golkar Kadir Halid
Ketua Fraksi Partai Golkar Kadir Halid
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Ketua Fraksi PartaI Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kadir haldi menilai kehadiran Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang di bentuk Gubernur Sulsel mengakibatkan keharmonisasian Legislatif dan Eksekutive renggang alias gaduh

Apa lagi keinginan tim TP2D untuk tidak membawah pembahasan RAPBD 2019 di tingkat komisi, dianggap bentuk egoisme kepemimpinan yang di tunjukkan ke publik, termasuk menyesalkan adanya oknum TP2D yang melakukan intervensi kepada sejumlah pimpinan OPD.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Harap Kredit Masyarakat di Bank Sulselbar Meningkat

“Saya berani sebut jika, ada oknum TP2D yang melakukan intervensi dengan mengancam akan mencopotlah hingga oempidanakan pimpinan OPD jika apa yang diajukannya tidak diakomodir,” Jelas Kadir Haldi di ruang kerjanya.

Tanggapan tersebut disampaikan Fraksi Golkar dalam pandangan Fraksi terhadap RAPBD 2019 dalam sidang paripurna DPRD Sulsel siang tadi.

Baca Juga  Sampaikan Belasungkawa, Nurdin Abdullah Posting Foto Ani Yudhoyono Berpakaian TNI

“Beberapa hari terakhir ini ramai di beritakan hubungan antara eksekutif dan legislatif, yang dipicu oleh tindakan oleh oknum yang ada di TP2D, sehingga diharapkan Gubernur bisa menertibkan oknum yang dimaksud,” Rukis tanggapan Fraksi Golkar dalam Pandangan Fraksi yang diserahkan ke Gubernur Sulsel.

Selain itu Fraksi Golkar juga meminta ketegasan kepada Gubernur untuk melaksanakan Pembahasan RAPBD tahun 2019 sesuai dengan ketentuan dan tahapan sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPRD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018.

Baca Juga  Raih Penghargaan Insan PR 2018, Elvira Jayanti: Motivasi Beri Karya Terbaik

Diketahui jika kehadiran TP2D merupakan tim yang dibentuk khusus oleh Gubernur Sulsel dan beranggotakan sekitar 44 orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda mulai dari kalangan Akademisi, mantan Kepala Desa, serta Publik Relation (PR) sebuha hotel, yang dianggap tidak memiliki pengalaman dalam mengelola sistem pemerintahan yang diamanahkan kepadanya. (**)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...