Anak NA Beli Mesin Kapal di Toko Erik Horas, KPK Dalami Asal Muasal Uang Uji

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 10 April 2021 19:07

Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.
Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.

TROTOAR.ID — Erick Horas Ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar memenuhi panggilan Penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) 

Pada pemeriksaan Penyidik, Erik dicecar sejumlah pertanyaan seputar transaksi jual beli mesin kapal yang dilakukan Muhammad Fathul Fauzy Nurdin Putra Nurdin Abdullah Gubernur nonaktif yang di Tangkap KPK dalam Kasus dugaan Suap dan Gratifikasi sejumlah proyek di Sulsel 

Baca Juga  Buronan Selama 3 Tahun, Tim Kejaksaan Jebloskan Mantan Anggota DPRD Selayar Kelapas

Pemeriksaan dilakukan bukan pada pokok kasus, melainkan terkait transaksi pembelian mesin kapal yang di lakukan Uji di toko miliknya 

“Tidak pada pokok kasus, melainkan ditanya soal pembelian mesin kapal yang dilakukan Uji di toko saya, dengan sistem pembayaran transfer, ” Kata Erick Horas

Erick juga mengaku jika dirinya masih menyimpan semua bukti pembelian mesin kapal yang dilakukan Uji, termasuk bukti transfer pembayaran mesin kapal yang dipesannya 

Baca Juga  KPK Diaggap Makin Bobrok, ICW Nilai Firli Bahuri Gagal Memimpin, Betulkah Jokowi Ingar Janji?

Diketahui sebelum Erick Horas menjalani pemeriksaan di KPK, anak dari Nurdin Abdullah n tersebut juga sudah menjalani pemeriksaan penyidik KPK terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan orang tuanya

Dalam kasus tersebut KPK mendalami peran Uji dalam kasus orang tuanya, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi Nurdin Abdullah diduga menerima total Rp 5,4 miliar yang diserahkan Edy Rahmat dari Agung Sucipto. Selain itu Nurdin Abdullah juga diduga menerima dari kontraktor lain diantaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta.

Baca Juga  KPK Adakan Bimtek Antikorupsi, Pemuda dan LSM Sulsel Siap Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi 2045

Awal Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Syamsul Bahri menerima uang Rp 2,2 miliar dan pertengahan Februari sebesar Rp 1 miliar.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...
Metro02 November 2026 18:32
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah, PELITA Diluncurkan di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu upaya mempe...
Metro02 November 2026 16:29
Sulsel Jadi Tuan Rumah IIFS 2026, Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan mendapat momentum strategis untuk memperluas peran dalam industri halal global. Menjadi tuan rumah Indonesia...
Metro02 November 2026 16:25
Disperkim Makassar Targetkan 419 Rumah Rampung, Jadi Kado HUT ke-419 untuk Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasil...