WHO Peringatkan Tahun Kedua COVID-19 Jauh Lebih Mematikan

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 15 Mei 2021 09:20

Sebuah ilustrasi bagaimana virus menginfeksi tubuh manusia. (INT/CNN)
Sebuah ilustrasi bagaimana virus menginfeksi tubuh manusia. (INT/CNN)

TROTOAR.id—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tahun kedua covid-19.

WHO memperingatkan dan menetapkan bahwa tahun ini pandemi covid-19 jauh lebih mematikan dari sebelumnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, “Pandemi ini jauh lebih mematikan daripada yang pertama.”

Pandemi telah menewaskan sedikitnya 3.346.813 orang di seluruh dunia sejak virus pertama kali muncul pada akhir 2019.

Baca Juga  Ada Jamaaah Calon Haji Asal Makassar Tertunda Berangkat ke Tanah Suci, Dinkes: Terinfeksi Covid-19

Sementara itu, India mulai mengerahkan vaksin virus korona Sputnik V asal Rusia. Sejumlah pembuat obat terkemuka yang berbasis di India memiliki perjanjian untuk produksi lokal Sputnik V dengan tujuan menghasilkan lebih dari 850 juta dosis suntikan per tahun.

India telah menambahkan kira-kira sebanyak kasus baru akibat covid-19 setiap hari seperti yang dikumpulkan di seluruh dunia. Lebih dari 260.000 orang India telah tewas.

Baca Juga  Pumada Asal Australia Bantai Jamaah Masjid di Slandia Baru

Di Eropa, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan adanya varian B1.617.2, salah satu yang diyakini mendorong lonjakan di India, dapat menunda pembukaan kembali masyarakat dan ekonomi.

“Varian baru ini dapat menimbulkan gangguan serius bagi kemajuan kami,” kata Johnson.

“Kami akan melakukan apa pun untuk menjaga keamanan publik,” imbuhnya.

Sementara itu, di AS, pada Kamis, badan kesehatan tertingginya mengatakan akan mencabut pedoman penggunaan masker untuk orang yang telah divaksinasi lengkap.

Baca Juga  Update Vaksinasi: 28.219 Sumber Daya Manusia Kesehatan Sulsel Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

WHO juga mengatakan yang divaksinasi harus tetap memakai masker di daerah tempat virus menyebar.

“Vaksinasi saja bukanlah jaminan melawan infeksi atau kemampuan menularkan infeksi itu kepada orang lain,” kata Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan. [AFP/LUTFI]

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional04 November 2026 04:06
Geger Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka
JAKARTA, Trotoar.id — Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian mengguncang internal Mabes Polri. Tiga perwira tingg...
Politik03 November 2026 22:04
Hastang Mattanete Pimpin Golkar Pinrang, IAS Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029
PINRANG, Trotoar.id — Regenerasi kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Pinrang resmi memasuki babak baru. Hastang Mattanete ditetapkan sebagai Ketua ...
Politik03 November 2026 15:12
Musda Golkar Enrekang Ditunda, Calon Ketua Belum Kantongi Diskresi
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Enrekang yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) res...
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...