Aksi Stop Stunting Door to Door, Edukasi Orang Tua Balita Cek Tumbuh Kembang Anak

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 02 Juli 2022 15:32

Aksi Stop Stunting Door to Door, Edukasi Orang Tua Balita Cek Tumbuh Kembang Anak

MAKASSAR – Tumbuh kembang anak menjadi fokus intervensi bagi tim pendamping gizi Aksi Stop Stunting Pemprov Sulsel. khususnya bagi Bayi dibawah usia lima tahun (Balita).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, pada Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha menyampaikan, bahwa aksi stop stunting merupakan program yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Sebagai upaya membangun investasi bagi sumber daya manusia (SDM) yang handal.

“Sesuai dengan arahan bapak Gubernur, bagaimana investasi SDM lebih utama. Hal itu pula sejalan dengan program prioritas Presiden Jokowi dalam peningkatan sumber daya manusia yang handal menuju generasi emas,” ujarnya, Jum’at (1/7/2022).

Baca Juga  Makassar Dorong Modernisasi dan Transformasi Digital Kearsipan dalam Forum SKPD 2025

“Disinilah peran tim pendamping gizi Aksi Stop Stunting melakukan edukasi ke masyarakat, khususnya bagi yang memiliki balita. Bahkan tim melakukan door to door untuk melakukan pemeriksaan kepada balita, sekaligus mengedukasi orang tua balita untuk mengecek tumbuh kembang anak di Posyandu,” jelasnya.

Tim Pendamping Gizi, kata Nurseha juga memiliki tugas untuk memberikan edukasi kepada keluarga pada 1000 Hari Pertama kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil untuk desa lokus stunting di 24 Kabupaten/Kota. 

Baca Juga  Pergantian Kapolda Sulsel, Plt Gubernur Harap Sinergitas Pengamanan Tetap Terjaga

“Para pendamping juga akan melakukan sosialisasi  perubahan perilaku pada remaja putri, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita,” bebernya.

Dalam melaksanakan tugasnya, lanjut dia, Tenaga gizi pendamping bersinergi dengan aparat desa, kader Pembangunan desa dan sektor terkait lainnya.

“Selain itu, sanitasi lingkungan sebagai salah satu yang cukup berpengaruh terhadap masalah kesehatan di suatu wilayah termasuk stunting. Disini juga peran tim pendamping gizi memberikan edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat,” imbuhnya.

Untuk upaya intervensi penurunan stunting di tahun 2022 ini, Aksi Stop Stunting oleh Pemprov Sulsel dilakukan pada 10 daerah lokus di setiap daerah pada 24 kabupaten/kota dengan 240 Tenaga Pendamping Gizi Desa.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Makassar

 Mengacu pada Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 mencatat prevalensi balita stunting di Sulawesi Selatan memiliki Prevalensi Stunting (27.4%). Angka ini mengalami penurunan dari sebelumnya 30,6% (SSGBI, 2019). Sedangkan jika berdasarkan dari data ePPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), hingga Agustus 2021, angka stunting di Sulsel mencapai 9,08 persen. (*(

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...