Pemda Luwi Utara

Dinkes Lutra Angkat Bicara Soal Ibu dan Bayi Meninggal Saat Ditandu Menuju Ke RS

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 23 Maret 2023 21:06

Dinkes Lutra Angkat Bicara Soal Ibu dan Bayi Meninggal Saat Ditandu Menuju Ke RS

Trotoar.id, luwu utara,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) angkat bicara soal ibu hamil bernama Evy/ TFeronika (18) dan bayinya meninggal usai ditandu 17 jam menuju rumah sakit (RS).

Pihak dinkes menyebut korban kesulitan melahirkan sehingga harus dirujuk ke RS menempuh perjalanan jauh.

“Bukan tidak ditangani faskes. Kita punya Puskesmas di sana, bidan yang datang ke rumahnya, tapi memang pasien mengalami kesulitan melahirkan normal sehingga dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Kepala Dinkes Lutra, Marhani Katma Rabu (22/3/2023).

Marhani mengungkapkan, Evy sempat ditangani bidan di Kecamatan Seko pada Jumat (17/3) lalu. Setelah diobservasi pasien dibuatkan surat rujukan yang disetujui pihak keluarga.

Baca Juga  Tempuh 700 Anak Tangga, IDP Eksplorasi Paralayang di Rongkong

“Pasien saat itu kesulitan karena tidak bisa mengedan napas pendek-pendek. Bidan langsung buat surat rujukan ke rumah sakit,” tuturnya.

Namun Evy mesti dirujuk ke RS Andi Djemma Masamba. Sementara akses jalan menuju RS tidak bisa dilintasi kendaraan mobil sehingga Evy terpaksa ditandu dan berjalan kaki.

“Tapi kita ketahui kan medan di sana masih sulit dilalui kendaraan motor apalagi mobil, jadi pihak keluarga menandu pasien ke rumah sakit,” ungkap Marhani.

Marhani mengutarakan, khusus wilayah Seko biasanya warga dirujuk ke RS melalui jalur udara Bandara Seko. Namun saat pasien ibu hamil hendak dirujuk ke RS, jadwal pesawat tidak ada.

Baca Juga  Bupati Lutra Serahkan 162 Remisi kepada Warga Binaan Lapas Kelas IIB Masamba

“Karena jaraknya jauh, biasanya warga di Seko yang dirujuk itu melalui jalur udara. Tapi saya tidak tahu yah, mungkin saja pada saat itu jadwal pesawat lagi kosong, karena kan hari Sabtu (18/3) mereka rujuk,” ucapnya.

Dia menambahkan, faskes di Kecamatan Seko hanya untuk layanan dasar. Sehingga saat ada pasien yang memerlukan penanganan serius harus dirujuk ke rumah sakit.

“Faskes kami lengkap, ada dokter umum, bidan dan tenaga kesehatan. Hanya saja memang itu untuk layanan dasar saja, kalau untuk operasi caesar itu belum ada jadi harus dirujuk,” ujar Marhani.

Baca Juga  Hasil SPAN PTKIN 2022 Diumumkan Besok, Berikut Linknya

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu hamil bernama Evy (18) meninggal usai ditandu selama 17 jam dari Desa Tamakalaeng, Kecamatan Seko ke rumah sakit Andi Djemma Masamba pada Sabtu (18/3).

Evy harus dirujuk ke RS lantaran terbatasnya di wilayah tersebut. Akibatnya bayi yang dikandung Evy juga wafat kena benturan saat ditandu selama perjalanan jauh.

“Iya benar, ibu dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia,” kata salah seorang keluarga Evy. Selasa (21/3).

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional04 November 2026 04:06
Geger Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka
JAKARTA, Trotoar.id — Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian mengguncang internal Mabes Polri. Tiga perwira tingg...
Politik03 November 2026 22:04
Hastang Mattanete Pimpin Golkar Pinrang, IAS Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029
PINRANG, Trotoar.id — Regenerasi kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Pinrang resmi memasuki babak baru. Hastang Mattanete ditetapkan sebagai Ketua ...
Politik03 November 2026 15:12
Musda Golkar Enrekang Ditunda, Calon Ketua Belum Kantongi Diskresi
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Enrekang yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) res...
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...