Trotoar.id, Luwu Utara, – Sebanyak 1.055 siswi dari SMA/SMK/Sederajat se-Kabupaten Luwu Utara ikut serta dalam Tari Paduppa serentak pada Festival Sulsel Menari.
Acara ini diadakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Luwu Utara, dengan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, turut menari bersama ribuan pelajar tersebut.
Festival ini, yang dilaksanakan serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai Tari Paduppa dengan peserta terbanyak dan penggunaan baju bodo terbanyak.
Baca Juga :
Pusat acara berada di Kawasan CPI Kota Makassar, sementara peserta dari 23 kabupaten/kota lainnya bergabung secara daring dari lokasi masing-masing.
“Setelah mempersiapkan diri selama beberapa waktu. Alhamdulillah, kita bisa merampungkan kegiatan ini dengan baik. Terima kasih untuk semua adik-adik peserta, juga untuk teman-teman pendamping dan pelatih yang terlibat,” ucap Indah.
Bupati Indah Putri Indriani menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk menjaga budaya daerah, termasuk tari-tarian dan pakaian adat baju bodo.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini menampilkan desain asli baju bodo dan menunjukkan kecantikan alami perempuan Sulawesi Selatan.
Ia berharap event tari oleh pelajar dapat dilanjutkan di tingkat kabupaten, tidak hanya untuk memecahkan rekor MURI, tetapi juga sebagai kegiatan rutin.
Indah mengusulkan agar setiap sekolah menampilkan tarian tertentu secara bergilir tiap pekan.
“Kami berharap event menari seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tidak hanya untuk mengejar MURI. Tetapi juga bisa menjadi event atau kegiatan rutin di Luwu Utara. Bisa tiap sekolah menampilkan tarian tertentu, kemudian dilakukan secara bergilir, tiap pekan satu sekolah,” harap Indah, yang hadir bersama Forkopimda.



Komentar