Makassar, Trotoar.id – Dalam perjalanan kampanye mereka, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad, telah menempuh lebih dari 300 titik di seluruh Sulawesi Selatan, mendengar langsung keluhan serta aspirasi masyarakat.
Dari Pulau Selayar hingga ke tepian Danau Matano di Luwu Timur, mereka menyerap aspirasi warga dari berbagai pelosok, termasuk kawasan terpencil di Seko dan Rongkong yang jarang tersentuh pembangunan.
“Setiap harapan telah kami dengarkan, dan setiap kekhawatiran telah kami jawab,” ungkap Danny Pomanto. Bersama Azhar Arsyad, pasangan ini bertekad untuk menghadirkan kesejahteraan tanpa diskriminasi, memastikan bahwa setiap warga, terlepas dari agama, etnis, atau budaya, bisa merasakan kehidupan yang aman, nyaman, dan adil di tanah kelahirannya.
Baca Juga :
Memuliakan “Pahlawan Kehidupan” di Sulsel
Dalam pidatonya, Danny menyampaikan penghargaan tidak hanya kepada para pejuang kemerdekaan, tetapi juga kepada “pahlawan kehidupan” yang berperan besar dalam perekonomian dan kesejahteraan Sulawesi Selatan.
Mereka adalah para petani, nelayan, pedagang kecil, guru honorer, pekerja harian, hingga kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Mereka, menurut Danny, adalah penggerak sesungguhnya yang membuat roda ekonomi terus berputar.
“Penghormatan kami setinggi-tingginya untuk semua. Mulai dari para buruh, supir truk, pekerja seni, hingga para pelajar dan mahasiswa. Kalian telah bertahan dan berjuang dengan gigih,” ujar Danny.
Dia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk Bugis, Makassar, Toraja, Luwu, Mandar, dan etnis Tionghoa, Jawa, Bali, serta kelompok adat seperti To Lotang dan To Balo.
Danny dan Azhar juga menyampaikan harapan mereka untuk dapat dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin Sulawesi Selatan.
“Kami berjanji untuk memperjuangkan kesejahteraan dan masa depan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga kami,” tambahnya.
Mereka berharap agar masyarakat memberikan kepercayaan pada tanggal 27 November 2024 nanti untuk memilih mereka demi perubahan yang lebih baik bagi Sulsel.
“Satukan hati dan pikiran, pilih nomor satu,” pesan Danny mengakhiri orasinya, dengan optimisme bahwa suara rakyat akan menjadi jalan untuk membangun Sulawesi Selatan yang lebih maju dan sejahtera.




Komentar