DPRD Sulsel

Komisi D DPRD Sulsel Bahas Dugaan Eksploitasi dan Monopoli di Luwu

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 23 Desember 2024 16:07

Komisi D DPRD Sulsel Bahas Dugaan Eksploitasi dan Monopoli di Luwu

Makassar, Trotoar.id – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan pada Senin (23/12/2024), di Ruang Rapat Komisi D, Gedung Tower Lantai 6.

Agenda ini membahas dugaan pelanggaran hukum terkait eksploitasi dan monopoli yang dilakukan oleh PT. Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu.

Rapat ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Tim Penerima Aspirasi, yang sebelumnya menerima laporan masyarakat melalui Aliansi Wija To Luwu Menggugat.

Baca Juga  Toko Bintang Pengayoman Terancam Ditutup Jika Belum Miliki Amdalin

Aspirasi tersebut menyoroti potensi pelanggaran hukum, seperti eksploitasi sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab dan monopoli komoditas yang berdampak pada masyarakat setempat.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel menyatakan bahwa rapat ini menjadi langkah penting untuk mendalami persoalan yang diadukan.

“Kami ingin memastikan semua aspek, mulai dari sosial, ekonomi, hingga lingkungan, ditelusuri dengan baik agar permasalahan ini dapat ditangani secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga  Pj Sekda Sebut Pemprov Bersama DPRD Sepakati Penyesuaian Anggaran Tentang Ranperda Perubahan APBD 2023

Selain itu, DPRD Sulsel berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terdampak serta memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Beberapa anggota dewan dalam rapat ini menyoroti pentingnya transparansi perusahaan serta langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak buruk dari aktivitas eksploitasi.

Rapat ini juga menegaskan peran DPRD Sulsel dalam menjalankan fungsi pengawasan dan advokasi terhadap isu strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga  DPRD Evaluasi Rasionalisasi Anggaran dan Prioritas Program Sekretariat DPRD Sulsel

“Kami akan memastikan bahwa hak-hak masyarakat tidak terabaikan, dan pihak-pihak yang melanggar hukum harus bertanggung jawab,” tegas salah satu anggota Komisi D.

Diskusi dalam rapat ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, termasuk upaya mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut dan memberikan sanksi jika terbukti ada pelanggaran.

Komisi D menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada penyelesaian yang jelas dan adil bagi masyarakat Luwu.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...
Metro04 November 2026 17:31
419 Anak Disiapkan Ikuti Sunatan Massal Gratis, Dinkes Makassar Jadikan HUT Kota Momentum Berbagi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bertambahnya usia Kota Makassar menjadi 419 tahun tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan hiburan. Pemerintah Kota Makassa...
Metro04 November 2026 16:27
Penataan Peternakan Panaikang, Appi Cari Jalan Tengah: Relokasi Disiapkan, Modal Usaha Difasilitasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Penataan kawasan permukiman tidak boleh berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat. Prinsip itu menjadi pendekatan y...
Daerah04 November 2026 15:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...