Pemprov Sulsel

Pj Gubernur Sulsel Tegaskan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tanggung Jawab BUMN, Bukan Kementan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 10 Januari 2025 10:44

Pj Gubernur Sulsel Tegaskan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tanggung Jawab BUMN, Bukan Kementan

Makassar, Trotoar.id — Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Fadjry Djufry, menegaskan bahwa distribusi pupuk bersubsidi sepenuhnya menjadi tanggung jawab BUMN Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), bukan Kementerian Pertanian (Kementan).

Hal ini disampaikan untuk meluruskan sejumlah pemberitaan keliru yang beredar di media.

“Kementan hanya bertugas mengatur kebijakan alokasi pupuk bersubsidi, sedangkan distribusinya dilakukan oleh PIHC hingga ke kios resmi,” jelas Fadjry.

Ia juga menambahkan bahwa petani dapat menebus pupuk bersubsidi sesuai mekanisme yang diatur dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).

Baca Juga  GM PLN Sulselrabar Berpamitan Ke Gubernur, Awaluddin Hafid: Selama Bertugas Kesan Sangat Positif

Sebagai ahli di bidang pertanian, Fadjry menekankan pentingnya memahami peran masing-masing pihak dalam distribusi pupuk.

Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa subsidi pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan.

Alokasi Subsidi Nasional Tahun 2025
Direktur Pemasaran PIHC, Tri Wahyudi Saleh, menjelaskan bahwa proses distribusi pupuk bersubsidi telah mengalami perbaikan signifikan dari tahun ke tahun.

“Kementan menetapkan alokasi, sementara PIHC bertanggung jawab mendistribusikan pupuk kepada petani,” ungkapnya.

Tahun 2025, pemerintah mengalokasikan subsidi pupuk sebesar Rp 46,8 triliun dengan total volume 9,55 juta ton.

Baca Juga  Nurdin Abdullah Lantik Bekas Bupati Pinrang Sebagai Asisten I

Alokasi ini mencakup seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan yang mendapatkan alokasi 922 ribu ton dengan nilai Rp 4,1 triliun.

Berikut rincian alokasi pupuk bersubsidi untuk beberapa daerah utama:

Jawa Timur: 1,88 juta ton (Rp 8,87 triliun)

Jawa Tengah: 1,38 juta ton (Rp 6,74 triliun)

Jawa Barat: 1,10 juta ton (Rp 5,33 triliun)

Sulawesi Selatan: 922 ribu ton (Rp 4,1 triliun)

Lampung: 812 ribu ton (Rp 4,21 triliun)

Sumatera Utara: 517 ribu ton (Rp 2,56 triliun)

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch Arief Cahyono, menegaskan bahwa program pupuk bersubsidi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia mengimbau semua pihak agar tidak mempolitisasi isu ini.

Baca Juga  Di Era Gubernur Andi Sudirman, Masif Dilakukan Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir Sulsel

“Distribusi pupuk bersubsidi adalah program strategis pemerintah yang tidak akan dihentikan oleh alasan politis seperti pemilu atau pilkada,” tegas Arief.

Pemerintah juga memastikan bahwa alokasi tambahan pupuk bersubsidi berlaku merata di seluruh Indonesia.

“Ini adalah bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama pemerintah,” pungkasnya.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...
Metro10 Januari 2025 10:44
Pj Gubernur Sulsel Tegaskan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tanggung Jawab BUMN, Bukan Kementan
GOWA, Trotoar.id — Jalan berlubang dan debu yang selama ini menjadi persoalan pengguna jalan di ruas Burung-Burung–Bili-Bili, Kabupaten Gowa, kini...