Walikota Makassar

Temui Pendemo, Appi: Silakan Berdagang, Tapi Bukan di Tempat Terlarang

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 12 Januari 2026 20:58

Temui Pendemo, Appi: Silakan Berdagang, Tapi Bukan di Tempat Terlarang
Temui Pendemo, Appi: Silakan Berdagang, Tapi Bukan di Tempat Terlarang

MAKASSAR, Trotoar.id  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan kepemimpinan terbuka dan responsif dengan turun langsung menemui massa aksi yang menyampaikan aspirasi terkait penertiban kawasan Pasar Pabaeng-baeng.

Tidak memilih bertahan di ruang kerja, Munafri yang akrab disapa Appi justru keluar menemui para pendemo yang terdiri dari pedagang pasar dan juru parkir di halaman Kantor Balai Kota Makassar, Senin (12/1/2026).

Didampingi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Appi membuka ruang dialog terbuka bersama para pedagang. Turut hadir mendampingi jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), antara lain Sekretaris Daerah Kota Makassar, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kepala Dinas Penataan Ruang, Kesbangpol, Kepala Bappeda, hingga Kabag Protokol.

Dalam dialog tersebut, Appi mendengarkan langsung keluhan, kekhawatiran, dan tuntutan para pedagang terkait isu penertiban. 

Baca Juga  Wali Kota Makassar Lepas 1.166 Jemaah Haji, Kakanwil Kemenag Sulsel Tekankan Kemandirian dalam Beribadah

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak melarang masyarakat mencari nafkah, namun aktivitas berdagang harus dilakukan sesuai aturan dan di lokasi yang telah ditetapkan.

“Tidak ada yang melarang orang berdagang di Kota Makassar. Silakan cari nafkah, silakan berjualan. Tapi jangan berdagang di tempat yang memang dilarang,” tegas Munafri di hadapan massa aksi.

Ia memastikan, pedagang yang berjualan di dalam area pasar resmi tidak akan diganggu. Pemerintah, kata dia, justru berkewajiban menjamin keamanan dan kelangsungan usaha para pedagang.

“Kalau semuanya masuk ke dalam pasar, tidak mungkin diganggu. Saya pastikan, tidak ada pedagang yang diganggu kalau berjualan di dalam pasar,” ujarnya.

Appi juga menyoroti bahaya berjualan di pinggir jalan yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pedagang maupun pengguna jalan. Menurutnya, aktivitas jual beli di badan jalan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang fatal.

Baca Juga  World Clean Up Day di Makassar, Appi: Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan, Bukan Seremonial

“Bayangkan kalau jualan di pinggir jalan, tiba-tiba ada mobil remnya blong atau kendaraan menabrak. Ini bukan soal melarang, tapi soal keselamatan kita bersama,” jelasnya.

Selain persoalan keselamatan, kemacetan di sekitar Pasar Pabaeng-baeng disebut dipicu oleh parkir kendaraan yang tidak tertib serta aktivitas berdagang hingga ke badan jalan, sehingga mempersempit akses lalu lintas.

Untuk itu, Munafri memastikan PD Pasar Makassar akan dilibatkan secara aktif untuk melakukan komunikasi dan penataan bertahap agar seluruh pedagang dapat berjualan di dalam area pasar.

“PD Pasar akan duduk bersama Bapak-Ibu sekalian. Pasar ini akan kita benahi pelan-pelan supaya yang jualan di luar bisa masuk ke dalam,” katanya.

Lebih lanjut, Appi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan lapak-lapak ilegal di sepanjang jalan inspeksi kanal. Ia menyebut adanya praktik pemanfaatan lahan negara tanpa izin, bahkan disewakan kepada pihak lain.

Baca Juga  PJ Sekda Makassar Beri Dukungan Penuh Terhadap Solidaritas Musisi Untuk Palestina

“Itu tanah negara. Secara hukum pidana jika dimanfaatkan tanpa izin. Ada yang bangun tenda di jalan inspeksi, lalu disewakan, padahal itu bukan haknya,” ungkapnya.

Meski demikian, Appi menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah bukan penggusuran, melainkan penertiban sesuai peruntukan lahan dan aturan yang berlaku.

Menutup dialog, Munafri Arifuddin mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya penataan kota demi kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan bersama.

“Silakan cari nafkah di Kota Makassar, tapi bukan di tempat-tempat terlarang. Yang berdagang, masuk ke pasar. Yang parkir, gunakan tempat parkir. Mari bantu saya membenahi Kota Makassar,” pungkasnya.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 15:18
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan dua ajang penghargaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makass...
Politik05 November 2026 15:05
Aktivis FRAKSI Sebut Isu Dasco Jadi Cawapres sebagai Pengalihan Isu, Minta Kasus Penyadapan Diusut Tuntas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Munculnya isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bakal menjadi calon wakil presiden menuai sorotan di tengah mencuatnya kas...
Metro05 November 2026 11:14
HUT ke-419 Makassar, Pasar Murah Tawarkan Paket Sembako Rp63 Ribu di Lima Kecamatan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program pasar murah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-...