MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Barru didorong memperkuat sektor-sektor unggulan daerah sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Optimalisasi potensi pertanian, perikanan, dan sektor produktif lainnya dinilai perlu diikuti dengan percepatan hilirisasi agar komoditas lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Arah kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pertumbuhan Ekonomi Wilayah se-Sulawesi yang diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Rakor tersebut mempertemukan pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan strategi pembangunan ekonomi regional dengan target pertumbuhan nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Arya Bima dalam arahannya menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen membutuhkan kontribusi seluruh daerah.
Menurutnya, capaian ekonomi nasional sangat dipengaruhi kinerja perekonomian daerah. Hal ini karena Produk Domestik Bruto (PDB) nasional merupakan akumulasi dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) seluruh wilayah.
“PDB adalah agregasi dari seluruh PDRB daerah. Semakin tinggi PDRB daerah, semakin tinggi PDB nasional,” jelas Arya Bima.
Data Badan Pusat Statistik yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen.
Sementara ekonomi Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan 5,59 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional dan menempatkan provinsi tersebut pada peringkat keenam secara nasional.
Di tengah capaian tersebut, pemerintah daerah diminta tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga membangun struktur ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar.
Sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan menjadi sejumlah sektor potensial di kawasan Sulawesi yang perlu dikembangkan melalui dukungan investasi, teknologi, serta penguatan industri pengolahan.
Hilirisasi menjadi salah satu strategi penting karena dapat memperpanjang rantai ekonomi komoditas daerah. Hasil produksi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Bagi Kabupaten Barru, arah kebijakan tersebut relevan dengan karakteristik dan potensi ekonomi daerah yang memiliki sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta sumber daya kelautan dan perikanan.
Pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan keterpaduan kebijakan, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pendukung, kemudahan investasi, hingga pembukaan akses pasar.
Dalam rakor tersebut, Arya Bima juga menekankan pentingnya orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pengembangan pertanian, pariwisata, industri, dan pertambangan perlu berjalan secara terintegrasi agar mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat mitigasi risiko dan memanfaatkan indikator ekonomi dini untuk mengantisipasi berbagai faktor yang dapat menghambat pertumbuhan.
Wakil Kepala BPS RI turut memaparkan perubahan perilaku masyarakat, khususnya meningkatnya transaksi digital seiring pergeseran pola belanja dari pasar konvensional menuju platform daring.
Konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Penguatan konsumsi produk lokal, industri manufaktur, pertanian, investasi, serta penyerapan tenaga kerja berkualitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus didukung keseimbangan antara sisi produksi dan pengeluaran.
Penguatan tenaga kerja, modal, dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan konsumsi, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor.
Menanggapi pembahasan tersebut, Sekda Barru Andi Syarifuddin menyampaikan bahwa keikutsertaan pemerintah daerah dalam rakor menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program pembangunan Barru dengan kebijakan ekonomi nasional dan regional.
Menurutnya, optimalisasi potensi daerah dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Barru juga diharapkan mampu menerjemahkan berbagai arahan dalam rakor ke dalam program pembangunan yang sesuai dengan karakteristik ekonomi daerah.
Dengan penguatan sektor unggulan dan dukungan terhadap pengembangan investasi, potensi ekonomi Barru diharapkan dapat berkembang lebih produktif, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Rakor tersebut turut dihadiri Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman, para gubernur, bupati dan wali kota se-Sulawesi atau perwakilannya, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan staf ahli terkait.



Komentar