BARRU, Trotoar.id – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya melalui imbauan. Kesadaran itu perlu dibangun melalui kebiasaan dan keterlibatan langsung, terutama sejak usia sekolah. Semangat inilah yang terlihat dalam aksi bakti sosial Gerakan Pramuka Kabupaten Barru di Pantai Polejiwa, Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Sabtu (15/8/2026).
Ratusan anggota Pramuka dari berbagai jenjang pendidikan turun langsung membersihkan kawasan pesisir. Mereka menyusuri pantai, mengumpulkan sampah, serta menata lingkungan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka Tahun 2026.
Kegiatan yang diprakarsai Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanete Rilau tersebut melibatkan peserta perkemahan Gugus Depan dari tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK.
Aksi ini menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk menerjemahkan nilai-nilai kepramukaan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial tidak hanya dipelajari melalui kegiatan kepramukaan, tetapi dipraktikkan langsung di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Barru, turut hadir dan berbaur bersama peserta dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Barru.
Keterlibatan pimpinan Kwarcab Barru itu menjadi bagian dari dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang memiliki manfaat sosial dan lingkungan.
Di Pantai Polejiwa, para peserta belajar bahwa menjaga kebersihan bukan semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah. Lingkungan merupakan ruang hidup bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
Semangat gotong royong juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Anggota Koramil, Kapolsek Tanete Rilau, Camat Tanete Rilau, Satpol PP Kabupaten Barru, pemerintah desa, KUA Tanete Rilau, serta masyarakat setempat ikut mengambil bagian.
Dukungan juga datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Makassar dan Institut Teknologi Habibie Parepare.
Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat menjadi titik temu kolaborasi antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada para anggota Pramuka bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Tindakan sederhana seperti memungut sampah, menjaga kebersihan fasilitas umum, dan mengajak orang lain peduli terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.
Momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka pun dimanfaatkan untuk memperkuat kembali peran organisasi kepanduan dalam membentuk generasi yang mandiri, disiplin, berkarakter, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.
Bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Barru, kegiatan di Polejiwa menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menghubungkan pendidikan karakter dengan praktik pengabdian kepada masyarakat.
Sebab, keberhasilan pendidikan kepramukaan tidak hanya terlihat dari kemampuan peserta dalam mengikuti kegiatan perkemahan atau menguasai keterampilan kepanduan, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai tersebut tumbuh menjadi perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Pantai Polejiwa, para anggota Pramuka Barru membawa pelajaran sederhana namun penting: menjadi generasi yang tangguh bukan hanya tentang kemampuan diri sendiri, melainkan juga kesediaan untuk peduli, bekerja bersama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.



Komentar